TOPIK
Sekolah Berbisnis Seragam
-
Pihak SMAN 1 Bangilan, Tuban, Jatim, angkat bicara soal polemik pungutan uang seragam senilai Rp 1,2 juta dan uang gedung Rp 2,2 juta untuk siswa baru
-
Dalam hearing dengan Kadindik Jatim soal sekolah berjualan seragam, anggota DPRD Jatim sampai membawa contoh kain seragam
-
Orangtua murid di salah satu SMA Negeri di Bangilan, Tuban, Jatim, mengeluh diminta membayar uang seragam senilai Rp 1,2 juta.
-
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar Sikapi Polemik Seragam, Tak Wajibkan Siswa Beli di Koperasi
-
Dewan Pendidikan Tulungagung menyebut, praktik sekolah berbisnis seragam tidak serta merta membuat kualitas pendidikan di Tulungagung lebih baik
-
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengancam akan mencopot kepala sekolah SD dan SMP Negeri di Surabaya yang berjualan seragam
-
Gubernur Jatim, Khofifah memberi waktu sampai hari ini, agar kepala sekolah membereskan persoalan koperasi berjualan seragam dengan harga mahal
-
Wali kota Malang, Sutiaji, menggelar pertemuan dengan perwakilan sekolah-sekolah serta para siswa, Jumat (28/7/2023). Salah satunya bahas seragam
-
Sebanyak 11 ribu pelajar dari keluarga miskin (gamis) di Surabaya akan mednapatkan seragam gratis dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, tahun ini.
-
Dindik Jatim melakukan moratorium penjualan seragam di koperasi-koperasi sekolah. Dengan demikian, koperasi sekolah dilarang jual seragam sementara
-
Komisi E DPRD Jatim akan memanggil Kadindik Jatim untuk membahas kisruh soal sekolah menjual seragam dengan harga mahal.
-
Gubernur Jatim meminta sekolah mengembalikan uang seragam yang telah dibayarkan oleh para siswa, apabila orangtua siswa keberatan dengan harga mahal
-
Dinas Pendidikan Jatim meminta warga melapor bila menemukan ada sekolah mewajibkan membeli seragam yang harganya mahal. Wajib bawa bukti
-
Polemik sekolah menjual seragam harga mahal, memicu aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan Jatim, Jl Genteng Kali, Genteng, Surabaya
-
SMAN 1 Mojokerto mengaku menjual paket seragam seharga Rp 1,5 juta. Namun mereka tak mewajibkan siswa beli seragam di koperasi sekolah
-
Anggota DPRD Jatim yakin ada kongkalikong antara oknum dengan produsen kain yang menyebabkan sekolah menjual seragam dengan harga mahal
-
Ketua Dewan Pendidikan Jatim, Prof Dr Warsono MS mengingatkan sekolah untuk tidak berbisnis seragam, apalagi melakukan monopoli.
-
Pemprov Jatim menginvestigasi kasus sekolah jual seragam harga mahal. Janji akan merahasiakan identitas warga yang melapor
-
Ketua Komisi 1 DPRD Situbondo, Hadi Priyanto mewanti-wanti sekolah di Situbondo untuk tidak menjual buku dan seragam kepada para muridnya.
-
Buntut dari mahalnya harga seragam sekolah yang dijual kepada murid baru, kepala SMAN Kedungwaru, Tulungagung, dinonaktifkan oleh Kadindik Jatim
-
Saat menghadiri peringatan hari Koperasi di Blitar, Wagub Jatim, Emil Dardak menyindir koperasi sekolah yang menjual seragam mahal ke siswa
-
Di tengah polemik sekolah berbisnis seragam, SMAN 3 Bangkalan membolehkan siswa baru pakai seragam bekas dan tak mewajibkan beli di koperasi
-
Pemprov Jatim mengancam menjatuhkan sanksi kepada pejabat Dinas Pendidikan bila terlibat dalam skandal Sekolah Berbisnis seragam mahal.
-
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji merespons adanya dugaan sekolah berbisnis seragam yang memberatkan orangtua siswa SMA di sejumlah sekolah.
-
orangtua murid di Surabaya mengaku terpaksa membeli seragam di sekolah meski harganya mahal dan tak bisa diangsur. Ini penyebabnya.
-
DPRD Jatim meminta agar rantai bisnis seragam sekolah diusut tuntas. DPRD Jatim yakin ada permainan Dindik Jatim dalam polemik ini.
-
DPRD Jatim akan meminta klarifikasi ke Dinas Pendidikan Jatim soal kisruh seragam SMA di Tulungagung yang dijual sekolah dengan harga mahal
-
Praktik Sekolah berbisnis seragam tak hanya terjadi di Tulungagung, Jatim. Di Surabaya pun sekolah jual seragam harga Jutaan Rupiah
-
Kadindik Jatim angkat bicara soal tudingan Dinas Pendidikan Provinsi memasok kain seragam yang dijual dengan harga selangit oleh sekolah-sekolah
-
Kadindik Jatim akan menerjunkan tim identifikasi untuk mengungkap praktik sekolah berbisnis seragam yang diduga juga melibatkan Dinas Pendidikan Jatim