Kebangkitan Ekonomi Kawasan Mataraman

Investasi di Trenggalek Capai Rp 542 Miliar, Produk UMKM Masuk Pasar Tiongkok Lewat Jalur Sutra

Investasi di Kabupaten Trenggalek Capai Rp 542 Miliar, Produk UMKM Masuk Pasar Tiongkok Lewat Jalur Sutra

Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: Rendy Nicko
Sofyan Arif Chandra/Tribun Mataraman
Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Pansela Lot 6 di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek Tarik Pemodal Tanamkan Investasi di Trenggalek 

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Pertumbuhan investasi Kabupaten Trenggalek menunjukkan tren yang positif dalam dua tahun terakhir. Realisasi investasi di Kota Alen-alen tercatat mengalami peningkatan yang signifikan menyentuh angka 50 persen.

Pada tahun 2022 capaian investasi di Kabupaten Trenggalek berada di angka Rp 361 miliar, lalu pada tahun 2023 naik menjadi Rp 542 miliar.

Sektor yang menyumbangkan nilai paling besar adalah perdagangan, industri pengolahan dan pertanian serta Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Trenggalek, Edi Santoso menuturkan tren investasi Kabupaten Trenggalek linier dengan tingkat nasional maupun provinsi yang mana juga naik. 

Baca juga: Rp 47 Miliar Dana Investasi Masuk Tulungagung, Masih Jauh Dari Target Rp 500 Miliar 

Baca juga: Bisnis Perhotelan dan Pabrik Rokok Tumbuh Pesat di Kota Blitar

Baca juga: Proyek Strategis Bandara hingga Jalan Tol Dorong Iklim Investasi Kabupaten Kediri Semakin Subur

Namun kenaikan investasi di Trenggalek lebih tinggi dari rata-rata kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur 

Di tahun 2024 ini, Pemerintah Kabupaten Trenggalek memasang target investasi sebesar Rp 542 miliar.

"Capaian pada tahun 2023 menjadi target kita di tahun 2024," kata Edi, Kamis (13/6/2024).

Sektor yang dikejar DPMPTSP salah satunya adalah usaha mikro. Menurut Edi, usaha mikro menjadi tulang punggung investasi di Trenggalek, walaupun nilainya kecil jumlah usaha mikro di Trenggalek sangat masif dan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek.

"Sedangkan di sektor segmentasi menengah dan besar, sektor unggulan Trenggalek tetap di pertanian, perikanan, pariwisata, industri olahan, dan perdagangan," ucap Edi.

Untuk mengejar target tersebut, DPMTPSP menggencarkan promosi dan business matching atau keperantaraan dengan dunia bisnis.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin serta Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini juga konsisten melakukan promosi dalam business and investment matching.

"Pak Bupati berupaya mendatangkan investor dari luar daerah baik level nasional maupun PMA (Penanaman Modal Asing), agar mengenal keunggulan Trenggalek serta produk yang bisa dikerjasamakan dan diinvestasikan," tambahnya.

Salah satunya adalah Business Matching Forum di Jakarta, Minggu (22/10/2023) lalu, dalam kesempatan itu Novita Hardini menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan One Belt One Road (OBOR) Tiongkok untuk Indonesia.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut merupakan salah satu upaya untuk membawa produk UMKM Indonesia memasuki pasar Tiongkok melalui jalur sutra serta menjalin hubungan kerjasama di forum Internasional.

"Capaian kita di tahun 2024 ini sudah on the track. Laporan capaian investasi kita pada triwulan 1 di angka Rp 160 miliar, atau sekitar 27 persen dari target. Jika trennya terjaga hingga akhir tahun, kita optimis target Rp 542 miliar bisa terlampaui," tegasnya.

(Sofyan Arif Chandra/TribunMataraman.com)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved