Kebangkitan Ekonomi Kawasan Mataraman
Proyek Strategis Bandara hingga Jalan Tol Dorong Iklim Investasi Kabupaten Kediri Semakin Subur
Iklim investasi di Kabupaten Kediri terus meningkat beberapa periode belakangan. Salah satunya dipicu pembangunan Bandara Dhoho dan jalan tol
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM - Kehadiran proyek strategis Bandara Internasional Dhoho Kediri, jalan tol Kediri-Tulungagung dan Kediri-Kertosono serta pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati mendorong iklim investasi Kabupaten Kediri semakin subur.
Hal itu dibuktikan dengan masuknya investasi dari luar maupun perkembangan industri dan usaha lokal yang semakin signifikan.
Sejak pencanangan beberapa proyek strategis tersebut, nilai investasi Kabupaten Kediri terus meningkat. Bahkan di beberapa bulan belakangan ini semakin melejit.
Berdasarkan catatan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kediri, investasi di Kabupaten Kediri setiap tahun mencapai triliunan rupiah.
Di tahun 2023 realisasi investasi berdasarkan sektor usaha menengah dan besar melalui LKPM tercatat Rp 2.488.171.471.236 triliun, sementara di sektor mikro dan kecil dari IUMK mencapai Rp 715.911.895.544 miliar.
Sementara di triwulan pertama 2024 terlihat angka investasi yang besar, nilai investasi yang tercatat berdasarkan LKPM ada Rp 181.974.801.417 miliar sementara sektor mikro IUMK nilainya Rp 179.621.214.119 miliar. Padahal periode tercatat adalah Januari-Maret 2024 atau baru tiga bulan pertama.
“Ini membuktikan bahwa peran dari UMKM lokal dalam pertumbuhan ekonomi dan realisasi penanaman modal serta investasi di Kabupaten Kediri sangat penting. Data triwulan pertama tahun ini saja angka untuk IUMK tidak kalah dengan data sektor menengah dan besar dari LKPM,” kata Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Kediri Joko Suwono melalui JF PKPM Ahli Madya DPMPTSP Kabupaten Kediri, Devin Marsfian Subiyanto, Senin (10/6/2024).
Angka ratusan miliar yang tercatat di periode awal 2024 ini membuktikan adanya peranan luar biasa dari proyek strategis baik bandara maupun jalan tol. Devin mengatakan, hadirnya bandara di wilayah barat Sungai Brantas juga menstimulasi tumbuhnya usaha-usaha baru.
Tak hanya di sekitar bandara, namun juga meluas ke daerah lain. Meratanya pertumbuhan ekonomi ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Kediri maupun para investor dari luar. Hadirnya lapangan kerja baru bisa menyerap tenaga kerja lokal yang jumlahnya juga cukup signifikan.
“Dengan pertumbuhan iklim investasi yang sangat positif ini tak hanya menarik investor untuk masuk, tapi juga mendorong pelaku usaha lokal untuk berkembang. Karena kalau bicara pertumbuhan ekonomi ini tidak hanya menarik yang dari luar, tapi juga mengoptimalkan yang ada di dalam,” terang Devin.
Devin menerangkan, untuk sektor usaha penyumbang investasi terbesar dalam kurun waktu beberapa bulan belakangan ini adalah industri pangan, perumahan, perkantoran, serta pertanian dan peternakan.
“Kalau sektor primer, pertanian perkebunan dan peternakan ini masih menjadi penyumbang terbesar. Kabupaten Kediri punya potensi yang sangat besar untuk itu. Banyak juga investor yang mulai masuk ke sana. Sementara di sektor sekunder dan tersier, industri pangan serta perumahan ini cukup besar,” urainya.
Sektor pertanian, peternakan dan perkebunan di awal 2024 ini sudah menyumbang angka hampir Rp 30 miliar, dari sektor mikro hingga besar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui dinas-dinas terkait juga terus mengoptimalkan sektor tersebut.
Keberadaan proyek strategis ini diharapkan akan mampu menumbuhkan geliat ekonomi lokal, maupun menarik investasi dari luar. Meski begitu, Pemkab Kediri tetap berupaya menjaga lahan hijau supaya tak beralih fungsi.
“Meski kami membuka jalan luas untuk investasi maupun perkembangan usaha, lahan-lahan hijau tetap kami jaga. Jadi memang ada tempat atau kawasan tertentu yang tidak bisa dijadikan tempat industri. Kami ada catatannya. Sehingga pelaku industri bisa memastikan dulu ke DPMPTSP sebelum membeli lahan untuk pengembangan usaha,” ujar Devin.
(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)
editor: eben haezer
Kebangkitan Ekonomi Kawasan Mataraman
Bandara Dhoho
investasi kabupaten kediri
berita terbaru kabupaten Kediri
Liputan Khusus
Kontribusi Besar Pabrik Rokok di Tulungagung, Pendapatan Cukai Tembakau Capai Rp 412 Miliar |
![]() |
---|
Investasi di Kabupaten Nganjuk Capai Rp 365 Miliar di Triwulan I, Ada Sembilan Penanaman Modal Asing |
![]() |
---|
Investasi PT Gudang Garam dan HM Sampoerna di Blitar Tembus Rp 430 Miliar, Rokok Lokal Menyusul |
![]() |
---|
Ekonomi di Tiga Kecamatan Sekitar Bandara Dhoho Kediri Meningkat Signifikan |
![]() |
---|
Pertumbuhan Nilai Investasi Kabupaten Kediri Tertinggi Dibanding Daerah Lain di Mataraman |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.