Situasi Terkini Demo di Surabaya

Belasan Pos Polisi di Surabaya Hangus Terbakar Akibat Aksi Massa, Berikut Datanya

Belasan Pos polisi di Kota Surabaya rusak, akibat terbakar dan juga non kebakaran, dan berikut data yang diperoleh di lapangan

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Habibur Rahman
RICUH - Situasi di depan pintu masuk Polrestabes Surabaya, Sabtu (30/8/2025). Demo massa di depan Kantor polisi itu akhirnya juga berlangsung ricuh. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I SURABAYABelasan pos polisi di Kota Surabaya terbakar akibat demo massa ricuh. Demo itu berlangsung sejak Jumat (29/8/2025) hingga Sabtu (30/8/2025).

Pos polisi yang rusak itu terdiri atas rusak bakar alias karena terbakar, dan non bakar.

Wartawan Tribun Jatim Network yang meliput demo di beberapa titik di Kota Surabaya, mengolah data di lapangan, juga data dari Damkar Kota Surabaya

Berikut Data Pos polisi Terbakar : 
1. Pos Polisi Panglima Sudirman,
2. Taman Bungkul, 
3. depan Kebun Binatang Surabaya, 
4. Pos Polisi putar balik Marmoyo, 
5. Pos Polisi Wonokromo.
6. Pos Polisi Mayangkara, 
7. Kombes Pol M Duriat, 
8. Taman Pelangi,
9.  Bundaran Waru, 
10. Bengawan, 
11. Kertajaya-Dharmawangsa, 
12. Terminal Bratang. 
13. Embong Malang, 
14. Siola, 
15. Kramat Gantung, 
16. Gubeng Pojok, 
17. Pasar Kembang, 
18. Arif Rahman Hakim,  
19.  Adityawarman

Ada juga dua Pos Polisi di Arjuno dan Pandegiling rusak. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah perbatasan, yakni Pos di Bundaran Waru, Polantas Waru, dan Pol Aloha Sidoarjo.

Pergerakan massa saat itu membuat polisi kewalahan. Setelah ditembak gas air mata, massa bukannya bubar, melainkan menyebar ke berbagai titik dan semakin bertambah banyak.

 Sampai-sampai situasi di Polda Jawa Timur sempat tegang karena ada kabar markas kepolisian tersebut berpotensi ikut menjadi sasaran.

Dari pihak Polrestabes Surabaya belum memberikan data resmi dampak kekacauan yang berlangsung kurang lebih selama 12 jam. 

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menyebut kericuhan aksi di depan Gedung Negara Grahadi, bukan aspirasi ojek online.

Untuk itu jenderal bintang dua itu memerintahkan anak buahnya untuk investigasi.

"Proses pengamanan ada SOP-nya. Pertama imbauan, lalu barikade. Begitu kawat pengaman dirusak, kita bertahan. Setelah ada peringatan, tetap tidak mundur, kita semprot air. Tapi justru mereka makin beringas, ada pembakaran, perusakan CCTV, hingga pelemparan dengan paving. Bahkan ada motor yang dibakar,” katanya.

Baca juga: UPDATE TERBARU Situasi Gedung DPRD Kota Kediri Dibakar Massa

Aksi di Kota Surabaya itu bermula dari aksi untuk solidaritas Affan Kurniawan, ojol yang meninggal dunia akibat terlindas barakuda Brimob, ketika aksi besar di Jakarta rusuh, Kamis (28/8/2025).

Namun belakangan, aksi massa di Surabaya juga berakhir rusuh. Sejumlah fasilitas Umum rusak, termasuk Pos polisi yang menjadi sasaran.

 

(Tony Hermawan/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved