Pembunuhan Pengusaha Kolam Renang

Tim Hotman Paris Turun Tangan Menyibak Misteri Pembunuhan Pasutri Pengusaha di Tulungagung

Anak pasutri pengusaha kolam renang yang dibunuh di Tulungagung, mengaku sempat dapat intimidasi. Kini didampingi tim Hotman Paris Hutapea

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Tim hukum Hotman 911 saat mendampingi Gustama Albar (28), anak korban pembunuhan Tri Suharno dan Ning Nur Rahayu. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Tim Hukum Hotman 911 resmi mendampingi ahli waris pasangan Tri Suharno dan Ning Nur Rahayu, korban pembunuhan dari Desa/Kecamatan Ngantru, Tulungagung, Jatim

Sebelumnya kedua anak korban, Gustama Albar Al Muzaki (28) dan Nabela Eva Nabatasari (22) mengunggah video aduan ke Hotman Paris Hutapea dan tim hukum Hotman 911 lewat media sosial.

Gustama mengaku butuh pihak yang kuat untuk mendampingi menghadapi kasus ini.

Baca juga: Pembunuh Pasutri Pengusaha Kolam Renang di Tulungagung: Saya Minta Maaf

“Kami berharap kasus ini terungkap sejelas-jelasnya dan kami mendapat keadilan seadil-adilnya,” ujar Gustama bersama tim Hotman 911.

Gustama pun menegakan, dirinya curiga ada pihak lain yang terlibat pembunuhan kedua orang tuanya.

Salah satu alasannya karena Suharno tidak kenal baik dengan tersangka, Edi Porwanto (43) alias Glowoh.

Mereka memang hidup di satu dusun yang sama, namun tidak kenal dekat dan bergaul akrab.

Baca juga: Anak Pasutri Korban Pembunuhan di Ngantru Tulungagung Lapor ke Hotman Paris Hutapea

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Pengusaha Kolam Renang di Tulungagung Versi Tersangka Glowoh

“Bapak juga bukan orang yang suka akik. Karena itu alasan pembelian akik itu juga aneh,” sambung Gustama.

Indikasi lainnya, Suharno sempat melihat dua orang mencurigakan di depan rumah.

Mereka ada di luar pagar saat Glowoh bertamu ke rumah.

Keberadaan dua orang asing itu disampaikan Suharno kepada Nabela.

“Adik mendapat laporan dari bapak itu sekitar pukul 21.30 (WIB) sebelum kejadian,” ungkap Gustama.

Usai videonya kepada Hotman Paris Hutapea viral, Gustama tidak pernah mendapat intimidasi secara langsung.

Namun adiknya pernah mendapat telepon gelap dari orang asing yang marah-marah.

Saat itu Nabela menyebar broadcast Whatsapp berisi permohonan doa untuk Suharno dan Ning Rahayu.

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved