Pembunuhan Pengusaha Kolam Renang

6 Fakta Menarik Seputar Glowoh Si Tersangka Pembunuh Pasutri Pengusaha Kolam Renang di Tulungagung

6 Fakta Menarik tentang Glowoh si Pembunuh pasutri pengusaha kolam renang di Tulungagung. Salah satunya, membuat korban pingsan dalam sekali tinju.

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
ist
EP alias Glowoh, tersangka pembunuh pasangan Tri Suharno dan Ning Rahayu. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Polisi telah menetapkan Edi Porwanto (43) alias Glowoh, sebagai tersangka pelaku pembunuhan pasutri pengusaha kolam renang di Tulungagung, Jawa Timur.

Setelah resmi jadi tersangka, Glowoh kini ditahan di Polres Tulungagung, untuk menjalani penyidikan.

Reporter media ini telah menghimpun sejumlah fakta menarik tentang pembunuh pasutri pengusaha kolam renang di Ngantru Tulungagung tersebut. Berikut beberapa faktanya:

1. Jual Cincin Jimat

Dalam penyidikan di Mapolres Tulungagung, Glowoh mengaku nekat menganiaya korban dan istrinya, Tri Suharno dan Ning Nur Rahayu, karena emosi oleh ucapan Suharno saat ditagih uang penjualan cincin jimat jenis widuri senilai Rp 250 juta.

"Batu akik mustika widuri ini dianggap bertuah dan bisa digunakan untuk ritual. Tersangka menjual batu ini kepada korban di tahun 2021," terang Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto.

Sebelumnya antar Glowoh dan suharno sudah berkomunikasi lewat telepon.

Setelah itu, Glowoh datang ke rumah korban, Rabu (28/6/2028) pukul 21.00 WIB.

Baca juga: Pembunuh Pasutri Pengusaha Kolam Renang di Tulungagung: Saya Minta Maaf

Baca juga: Sosok Terduga Pelaku Pembunuhan Pengusaha Kolam Renang Tulungagung Ditangkap: Dikenal Jagoan Kampung

Saat mulai bicara serius, Suharno mengajak Glowoh ngobrol di ruang karaoke keluarga.

Menanggapi permintaan uang penjualan mustika widuri itu, Suharno mengatakan, "awakmu sik mampu wae, sik suwe, kok sik kurang ae," (kamu masih mampu, masih kaya, kok masih merasa kurang).

Rupanya, Kata-kata itulah yang membuat Glowoh tersinggung dan terbakar amarah hingga nekat menganiaya Suharno.

2. Sekali Pukul Pingsan

Glowoh yang marah, pura-pura pamit lalu berdiri. Suharno pun ikut berdiri.

Saat itulah, Glowoh yang berbadan gempal, melayangkan satu tinju ke rahang kanan Suharno dengan keras.

Dalam sekali pukul, Suharno yang bertubuh kecil pun jatuh dan pingsan.

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved