Pembunuhan Pengusaha Kolam Renang

Polisi Melakukan Olah TKP Tambahan dan Mencari Alat Pemukul dalam Kasus Pembunuhan di Ngantru

Polisi fokus untuk mencari alat pemukul yang digunakan untuk membunuh pengusaha kolam renang Tulungagung Tri Suharno dan Ning Rahayu

Editor: faridmukarrom
David Yohanes
Polisi fokus untuk mencari alat pemukul yang digunakan untuk membunuh pengusaha kolam renang Tulungagung Tri Suharno dan Ning Rahayu 

Pada leher keduanya ditemukan jeratan kabel mic yang ada di ruang karaoke.

Lantas apa motif dari kasus pembunuhan itu?

Menurut penjelasan dari kepolisian, dipastikan motif pembunuhan bukan karena perampokan.

Hal ini sempat muncul di media massa karena melihat megahnya rumah korban.

Akan tetapi dari hasil olah TKP barang-barang milik korban masih utuh.

Polisi juga sudah membantah bahwa korban diduga disatroni perampok.

"HP korban masih ada, barang berharga juga masih ada. Masih kami dalami," ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Haryanto di depan awak media termasuk Tribunmataraman.com pada Kamis (29/6/2023).

Namun polisi juga sudah memastikan bahwa pasutri pengusaha kolam renang ini tewas karena dibunuh.

"Indikasi memang karena dibunuh. Ada jeratan kabel di bagian leher," terang Kapolres.

Korban Diduga Dibunuh di Ruang Karaoke

Tri Suharno (55), pengusaha kolam renang di Tulungagung dan istrinya, Ning Rahayu (49), ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Raya Ngantru depan SMPN 1 Ngantru, Desa/Kecamatan Ngantru, Kamis (29/6/2023) malam.

Hasil olah TKP kepolisian mengindikasikan, pasutri itu dibunuh di ruang karaoke keluarga. 

Saat ditemukan ada jeratan kabel mic di leher mereka, sementara tangan Suharno dalam keadaan terikat.

Anak perempuan korban, NB (22) sempat datang pagi hari dan mencari orang tuanya di rumah utama.

“Dia cari di rumah, tapi tidak ketemu. Dikiranya sedang ada masjid atau di lokasi penyembelihan kurban,” sambung Subandri.

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved