Penggrebekan Pabrik Narkoba di Surabaya
Rumah Mewah di Surabaya Disulap Jadi Pabrik Ekstasi, Jutaan Butir Narkoba Disita
Polda Jatim menggrebek sebuah rumah mewah di kawasan Kertajaya Indah Timur, Sukolilo, Surabaya, yang dipakai untuk memproduksi narkoba ekstasi
Di ruangan lainnya, terdapat mesin berbahan besi stainless berwarna silver.
"Ini alat cetak, mesin," kata Robert yang juga mantan Wakapolres Pare-Pare itu.
Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Jatim, AKBP Mirzal Maulana yang turut memandu jalannya tour, ikut menambahkan, bahwa ada sekitar lebih dari lima orang pekerja yang diajak para pelaku mengoperasikan mesin tersebut.
Mereka sedang diperiksa secara maraton oleh penyidiknya di Gedung Ditresnarkoba Mapolda Jatim, sebagai upaya pengembangan dari kasus tersebut.
"Ada pekerjanya sendiri. Masih didalami jumlahnya, lebih dari 5 orang," ujar Mirzal, mantan Kasar Reskrim Polrestabes Surabaya itu.
Ternyata, alat mesin pencetak obat-obatan yang dimiliki para tersangka, tidak cuma satu unit. Di ruangan lain, juga terdapat alat pencetak adonan yang lebih canggih daripada mesin pencetak pertama.
Bentuknya lebih besar dan lebih tinggi dari tubuh manusia dewasa. Robert dan Dirmanto sampai mendongakkan kepala bahkan sesekali terpaksa jinjit untuk melihat secara detail komponen mesin tersebut.
Dirmanto juga menambahkan, para tersangka akan langsung kabur meninggalkan tempat atau rumah pabrik tersebut, setelah berhasil memproduksi obat-obatan terlarang yang diinginkan mereka.
Hal itu sengaja dilakukan oleh mereka, guna mengantisipasi adanya pengejaran dari pihak aparat.
Tapi, ungkap Dirmanto, mereka bakal kembali produksi, setelah pasokan barang obat-obatan terlarang itu, ludes terjual.
"Mereka jaringan, habis produksi lari," ujar Dirmanto, yang juga mantan Wakasat Lantas Polrestabes Surabaya itu.
Robert menambahkan, pabrik tersebut beroperasi pada malam hari. Sengaja dilakukan guna menghindari adanya kecurigaan dari warga atau para tetangga.
Bahkan, untuk mengantisipasi adanya potensi kebisingan alat mesin produksi selama beroperasi pada malam hari.
Ternyata, para tersangka telah mendesain area sisi belakang yang terdapat empat ruangan untuk menyimpan alat produksi obat-obatan terlarang itu, menjadi kedap suara.
Caranya, pada bagian sekat pemisah ruangan tengah dengan dapur, dipasang karpet beludru warna hijau yang lazim dipakai masyarakat untuk alas sebuah acara adat atau keagamaan di perkampungan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.