Penggrebekan Pabrik Narkoba di Surabaya

Warga Kertajaya Indah Timur Surabaya Kaget Rumah Tetangganya Dipakai Untuk Pabrik Narkoba

Para tetangga rumah mewah di Kertajaya Indah Timur Surabaya kaget karena rumah mewah tersebut ternyata dioperasikan sebagai pabrik narkoba.

Editor: eben haezer
luhur pambudi
Polisi menunjukkan salah satu ruangan di rumah mewah di Kertajaya Indah Timur Surabaya yang dipakai untuk produksi narkoba 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Digerebeknya sebuah rumah mewah di kawasan Kertajaya Indah Timur, Sukolilo, Surabaya, yang dijadikan pabrik home industri pembuatan sabu dan jutaan pil koplo siap edar oleh dua orang residivis, bikin geger warga setempat. 

Mereka tak menyangka permukiman yang sepi dan nyaman ini, apalagi dengan tingkat keamanan ekstra, disalahgunakan oleh penjahat kelas kakap untuk memproduksi barang haram. 

Salah satu warga, Teo DT yang tinggal bersebelahan sisi kanan dengan rumah tersebut menganggap pihak pemangku kebijakan setempat kecolongan.

Baca juga: Rumah Mewah di Surabaya Disulap Jadi Pabrik Ekstasi, Jutaan Butir Narkoba Disita

Apalagi dua orang penghuni yang ditangkap Anggota Ditresnarkoba Polda Jatim itu, berstatus pengontrak rumah. 

Setahu Teo, penggerebekan dan penggeledahan rumah tersebut, sudah dilakukan sejak empat hari lalu. 

Para penghuni yang mengontrak rumah itu, baru tinggal atau mulai memanfaatkan rumah tersebut, sejak akhir tahun 2023 silam. 

"Ya kaget saja ada penggerebekan. Ya harapan lebih aman (diawasi lagi) tapi tindakannya cepat sekali. Iya harapan untuk RT lebih selektif soal warga. Iya lagi kecolongan," katanya saat ditemui awak media di depan rumahnya, Senin (20/5/2024). 

Ia juga tidak terlalu mengetahui aktivitas dari para penghuni rumah di sebelahnya. Biasanya juga sepi.

Tak jelas juga, apakah sering terjadi lalu lalang keluar masuk aktivitas orang. Termasuk, saat melakukan bongkar muat barang angkutan. 

"Kalau aktivitas sehari-hari, tak tahu saya. Jarang aktivitas. Kayaknya pas malam. Penghuninya juga engga pernah bersosialisasi dengan warga sekitar," katanya. 

Namun, Teo mengaku, pernah mendengarkan kebisingan alat mesin yang bersumber dari dalam rumah itu, pada suatu malam, sekitar pukul 22.00 WIB.

Memang, kebisingan itu, terjadi cuma sejenak. Tak sampai sejam. Dan, kejadiannya, juga sekali saja. 

Tapi, Teo mengaku, kebisingan itu, sempat menggugah rasa penasarannya. Sampai-sampai ia tak tahan merahasiakannya, lalu terpaksa menanyakannya. 

"Jam 22.00 ke atas, cuma sekali aja. Paginya saya tanya, kerja apa. Dia jawab; ow enggak, saya disuruh jaga," pungkasnya. 

Warga lain, Ronald mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun para tetangga dua orang yang ditangkap itu, tidak memanfaatkan rumah itu sebagai tempat tinggal. 

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved