Situasi Terkini Demo Ojol di Jakarta

Affan Kurniawan, Driver Ojol yang Wafat dan Diantarkan Ribuan Orang Seperti Pemimpin Dunia

Mengenal Affan Kurniawan driver ojol yang meninggal usai dilindas oleh Barakuda Brimob, diantar oleh ribuan ojol seperti pemimpin dunia.

Editor: faridmukarrom
Ist
Mengenal Affan Kurniawan driver ojol yang meninggal usai dilindas oleh Barakuda Brimob, diantar oleh ribuan ojol seperti pemimpin dunia. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Nama Affan Kurniawan mungkin tidak pernah masuk layar televisi, tidak juga menghiasi panggung-panggung besar.

Ia hanya seorang anak muda berusia 21 tahun yang sehari-harinya mencari nafkah sebagai pengemudi ojek online.

 Namun, siapa sangka, kepergiannya justru membuat ribuan orang tumpah ruah di jalan, mengantarnya ke peristirahatan terakhir layaknya seorang pemimpin besar.

Affan tewas usai terlindas kendaraan taktis Brimob saat aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.

Baca juga: Jadwal dan Prediksi Lengkap Dewa United vs Persija Live Indosiar Malam Ini

Kabar pilu itu membuat ribuan driver ojol lain datang memberikan penghormatan terakhir. Jalanan penuh dengan pengantar jenazah, doa-doa dipanjatkan, dan air mata tumpah mengiringinya.

Bagi keluarga kecilnya di Menteng, Jakarta Pusat, kehilangan Affan terasa seperti kehilangan cahaya. Ia bukan sekadar anak sulung, melainkan tulang punggung keluarga.

“Dia tulang punggung keluarga, diandalkan ibunya banget,” tutur Muri, pemilik kontrakan tempat Affan tinggal bersama tujuh anggota keluarganya.

Di rumah kontrakan sederhana berukuran 3x11 meter, Affan adalah harapan.

Setiap hari ia bangun sejak pukul 05.30, menyalakan motor, lalu menjemput rezeki di jalanan. Siang hari ia pulang sebentar untuk beristirahat, sebelum kembali melanjutkan perjalanan hingga larut malam.

Sebelum menjadi driver ojol, Affan pernah bekerja sebagai satpam. Apa saja ia lakukan demi keluarga, demi memastikan adiknya yang masih SMP bisa terus sekolah, meski ayah dan ibunya hanya bekerja serabutan.

Kini semua itu hanya tinggal kenangan. Malam tragis itu merenggutnya dari keluarga yang ia cintai. Affan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, namun Tuhan lebih dulu memanggilnya pulang.

Ribuan orang yang mengiringi jenazahnya seolah menjadi saksi bahwa meski hidupnya sederhana, perjuangan Affan meninggalkan jejak besar di hati banyak orang. Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, lalu jenazahnya dishalatkan oleh empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah, melainkan Allah akan memberikan syafaat kepada mayit itu." (HR. Muslim).

Jika puluhan orang saja sudah membawa kebaikan bagi yang wafat, bagaimana dengan ribuan orang yang tulus mengantar Affan di hari terakhirnya?

Affan mungkin bukan tokoh terkenal, bukan pejabat, bukan pula pemimpin dunia. Tapi cinta, doa, dan lautan manusia yang mengiringinya membuktikan bahwa ia pemimpin sejati bagi keluarganya, dan teladan tentang arti pengorbanan bagi sesama. (Tribun Jakarta)

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved