Senin, 8 Juni 2026

Pil Pahit Efisiensi Anggaran

Lipsus: Kebijakan Efisiensi Anggaran Akan Mengubah Wajah Event Wisata di Daerah

Kebijakan efisiensi anggaran dikhawatirkan dapat membuat wajah atau kemasan sejumlah event pariwisata di daerah berubah.

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
Sofyan Arif Chandra/Tribun Mataraman
EVENT WISATA - Event wisata labuh Laut Larung Sembonyo di Teluk Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Kebijakan efisiensi anggaran dikhawatirkan membuat sejumlah event pariwisata di daerah dibatalkan atau diubah kemasannya 

"Event itu berkaitan erat dengan masyarakat karena dengan adanya event itu masyarakat akan mempunyai pengembangan potensi ekonomi," terang pria yang juga berprofesi sebagai dalang tersebut.

Jikapun harus dipangkas, Sunyoto harus mengkaji lagi apakah harus mengurangi jumlah event, atau jumlahnya tetap tapi harus mengurangi besaran anggaran dari masing-masing event.

Namun demikian, Sunyoto bersyukur banyak event tradisional dan budaya di Trenggalek yang disokong secara gotong royong oleh masyarakat, termasuk dana pelaksanaannya.

"Termasuk infrastruktur di destinasi wisata juga bisa terdampak, tapi kita tetap akan melihat urgensi dan prioritas yang harus kita utamakan," jelasnya.

Sunyoto sendiri juga khawatir jika anggaran untuk sektor pariwisata banyak dipangkas maka pendapatan asli daerah (PAD) yang ditargetkan sebesar Rp 9, 02 miliar tidak tercapai.

"Semboyan Jawa Timur adalah Jer Basuki Mawa Beya, kalau PAD-nya tinggi upaya kita seharusnya juga harus optimal," tegas Sunyoto.

"Pembangunan sarana dan prasarana, optimalisasi publikasi pemasaran dan menyelenggarakan event di destinasi wisata harus dilakukan, tapi lalau kena efisiensi tentu sulit untuk mencapai PAD tersebut," pungkasnya.

Event Organizer

Selain industri pariwisata yang menanti-nanti kepastian implementasi kebijakan efisiensi anggaran, para pelaku usaha event organizer (EO) juga masih mengamati situasi.

Mereka mengakui dampak dari kebijakan ini belum begitu terasa.

Alasannya saat ini masih di awal tahun. Sementara job yang datang dari instansi pemerintahan, biasanya mulai masuk di Bulan Maret.

Hal ini disampaikan Juztoo, salah satu pemilik usaha EO sekaligus MC kondang di Kabupaten Tulungagung.

“Saya sudah tahu informasi penghematan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah. Untuk dampaknya di industri yang saya jalankan sekarang itu belum kelihatan sih,” ujar Juztoo, Senin (17/2/2025) kemarin.

Juztoo mengaku sudah mendapat informasi bahwa tahun 2024 lalu adalah tahun politik yang akan membawa dampak di tahun 2025.

Salah satunya adalah upaya penghematan anggaran yang kemungkinan punya dampak pada EO.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved