Rabu, 3 Juni 2026

Berita Viral

Dampak Teror Pocong Viral, Pendapatan Pengamen Pocong Turun Hingga 50 Persen

Viralnya video pocong begal di Jawa Timur berdampak ke pengamen pocong. Pendapatan Fajar turun dari Rp300 ribu jadi Rp100-150 ribu per hari.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Tangkapan Layar/AI
POCONG - Seorang pengamen pocong beraktivitas di siang hari, Rabu (3/6/2026). Viral video pocong begal membuat jam kerja dan pendapatan pengamen pocong menurun. 

TRIBUNMATARAMAN.COM – Fenomena video "pocong begal" yang viral di sejumlah daerah Jawa Timur berdampak pada aktivitas pengamen pocong. Stigma masyarakat terhadap aksi kriminal yang dikaitkan dengan pocong membuat jam kerja dan pendapatan pengamen pocong terbatas.

Fajar, salah satu pengamen pocong, mengaku kini hanya beraktivitas pada siang hingga sore hari. 

“Sekarang saya keluar siang hari sampai sore. Pendapatan juga turun drastis,” ucapnya, Rabu (3/6/2026).

Menurut Fajar, sebelum maraknya video pocong yang disertai senjata tajam, pendapatan yang diperolehnya bisa mencapai Rp300 ribu per hari. Saat ini angkanya turun menjadi Rp100-150 ribu per hari.

Baca juga: Teror Pocong di Jatim Meluas, dari Kediri hingga Surabaya, Ini Fakta Menarik dan Penjelasan Polisi

Pengamen Pocong Tegaskan Bukan Bagian Begal

Di media sosial, pengamen pocong dengan akun http://marchella.al juga memberikan klarifikasi. Dalam video yang beredar, ia menanyakan langsung kepada sesama pengamen pocong terkait keterlibatan dalam aksi kriminal.

“Pocong begal bukan?” ceplosnya bertanya.

Pengamen pocong tersebut membantah dan menegaskan tidak membawa senjata tajam. Ia hanya membawa ember sebagai properti mengamen. 

“Bukan. Demi Allah. Bahkan kucari tuh teman-teman yang begitu (begal),” ungkapnya.

Ia juga menyatakan akan mencari dan menyerahkan pelaku yang meresahkan masyarakat kepada pihak kepolisian. 

“Ni aku cuma bawa ember ya, gak bawa parang. Bahkan pocong yang itu sedang saya cari, mau saya seret ke kantor polisi,” katanya.

Baca juga: Viral Pocong Cari Rekannya yang Meresahkan dan Bawa Celurit Sembari Ketok Rumah Warga

Lebih lanjut ia menyebut aksi oknum tersebut merugikan komunitas pengamen pocong. 

“Bikin malu nama komunitas pocong. Mematikan rezeki. Ketiga, satu kena semua pengamen kena,” ucapnya.

Stigma Picu Pembatasan Aktivitas

Viralnya video pocong yang membawa celurit di sejumlah wilayah membuat masyarakat lebih waspada. Kondisi ini berimbas pada ruang gerak pengamen pocong yang kini memilih tampil di waktu siang untuk menghindari salah paham.

Hingga berita ini ditulis, kepolisian di berbagai daerah masih menyelidiki video-video pocong begal yang beredar dan meminta masyarakat tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi.

(TribunMataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved