Senin, 8 Juni 2026

Pil Pahit Efisiensi Anggaran

Lipsus: Kebijakan Efisiensi Anggaran Akan Mengubah Wajah Event Wisata di Daerah

Kebijakan efisiensi anggaran dikhawatirkan dapat membuat wajah atau kemasan sejumlah event pariwisata di daerah berubah.

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
Sofyan Arif Chandra/Tribun Mataraman
EVENT WISATA - Event wisata labuh Laut Larung Sembonyo di Teluk Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Kebijakan efisiensi anggaran dikhawatirkan membuat sejumlah event pariwisata di daerah dibatalkan atau diubah kemasannya 

BEN Carnival hanya akan diramaikan oleh peserta dari dalam Kota Blitar.

"BEN Carnival tetap digelar, tapi mungkin tidak ada kolaborasi dengan daerah lain. Hanya internal Blitar saja," ujarnya.

Hal serupa dikatakan Kepala Disbudpar Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso. Hendro, panggilan Suhendro Winarso mengatakan sampai saat ini kebijakan efisiensi anggaran masih dalam bentuk Inpres. Pemerintah Daerah belum menindaklanjuti dalam bentuk surat edaran.

Semua OPD belum bisa memastikan porsi anggaran seperti apa yang akan terkena refocusing.

"Maka itu, kalender event di Disbudpar juga masih tetap seperti semula. Karena sampai hari ini belum ada tindak lanjut soal Inpres deri pemda," kata Hendro, Selasa (18/2/2025).

Hendro menjelaskan ada beberapa event besar tahunan di Kabupaten Blitar, seperti larung sesaji, siraman Gong Kiai Pradah, Festival Kresnayana, dan Hari Jadi Blitar.

"Sampai hari ini belum ada perubahan soal kalender event itu. Seluruh OPD juga belum ada penyesuaian anggaran, karena belum ada detailnya," ujarnya.

Namun, kata Hendro, misalkan nanti ada refocusing anggaran, Disbudpar tetap siap menyesuaikan kegiatannya.

"Event tetap penting bagi daerah. Karena event itu menjadi pemantik untuk promosi dan menarik pengunjung wisata. Event menjadi salah satu dari berbagai upaya untuk meningkatkan ekonomi," katanya.

Pemangkasan Kalender Event Pariwisata

Kemungkinan ntuk memangkas sejumlah kalender event wisata juga diantisipasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek.

Namun, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto mengatakan sampai saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk dari Pemkab Trenggalek terutama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berkaitan dengan pemangkasan tersebut.

"Kami masih meraba-raba, yang jelas (efisiensi) itu harus kita lakukan, tapi setidaknya dari Inpres yant ada, kita sudah bisa meraba-raba apa yang harus diefisiensikan," kata Sunyoto, Rabu (19/2/2025).

Beberapa yang harus dipangkas adalah perjalanan dinas, lalu rapat koordinasi yang jauh diganti dengan zoom meeting dan kegiatan seremonial lainnya.

Sedangkan yang dirasa Sunyoto agak berat untuk dipangkas adalah efisiensi event masyarakat.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved