Berita Terbaru Kabupaten Blitar

Bermula Dari Nanas Sortiran, Ibu di Ponggok Blitar Raup Omzet Rp 11 Juta Perhari

Berawal dari memanfaatkan nanas sortiran, ibu di kecamatan Ponggok, kabupaten Blitar, memproduksi sari nanas dengan omzet Rp 11 juta perhari

Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/samsul hadi
Azizah saat mengawasi pekerjanya memproduksi minuman sari nanas di rumahnya Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Selasa (15/10/2024).    

Pemasaran minuman sari nanas pada momen puasa Ramadan juga lebih luas sampai Lampung, Bali, Surabaya, Malang, Ponorogo dan Madiun.

Untuk harga grosir minuman sari nanas dijual Rp 23.000 per dus dan harga eceran Rp 25.000 per dus. Harga grosir minimal pembelian 100 dus.

"Hari biasa, saya bisa menjual 500 dus per Hari. Kalau harga grosir Rp 23.000 per dus berarti omzetnya sekitar Rp 11 juta per hari. Kalau momen puasa, bisa menjual 5.000 dus per hari, tinggal mengalikan saja dengan harga grosir. Tapi itu omzet ya," katanya.

Azizah merasa bersyukur usahanya berkembang. Setidaknya, ia bisa membantu membuka lapangan kerja untuk warga di desanya.

Ia hanya merekrut para pekerja yang ber-KTP Desa Sidorejo.

"Sekarang saya masih belajar membuat produk buah nanas kemasan kaleng untuk diekspor. Sudah ada buyer dari Timur Tengah yang menawari ekspor buah nanas kemasan kaleng," katanya.

(samsul hadi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved