Berita Terbaru Kabupaten Blitar

Bermula Dari Nanas Sortiran, Ibu di Ponggok Blitar Raup Omzet Rp 11 Juta Perhari

Berawal dari memanfaatkan nanas sortiran, ibu di kecamatan Ponggok, kabupaten Blitar, memproduksi sari nanas dengan omzet Rp 11 juta perhari

Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/samsul hadi
Azizah saat mengawasi pekerjanya memproduksi minuman sari nanas di rumahnya Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Selasa (15/10/2024).    

Lambat laun, dari mulut ke mulut, permintaan minuman sari nanas miliknya bertambah banyak.

Tiga bulan setelah memulai produksi, ia akhirnya memutuskan membeli sendiri mesin untuk memproduksi minuman sari nanas.

"Sebelum beli mesin, saya belajar ke sejumlah produsen minuman di Malang. Saya tanya-tanya soal harga dan tempat beli mesinnya," katanya.

Setelah membeli satu mesin produksi, usaha minuman sari nanas miliknya terus berkembang.

Terutama saat momen puasa Ramadan dan Lebaran, permintaan minuman sari nanas dari masyarakat sangat banyak.

Ia sampai kewalahan memproduksi minuman sari nanas tiap momen puasa Ramadan dan Lebaran.

Ia kemudian kembali satu mesin produksi lagi dengan kapasitas lebih besar. Mesin produksi kapasitas besar ini mampu memproduksi 8.000 cup per jamnya.

"Karena produk kami berkualitas, pakai perasa asli buah nanas, gulanya juga asli dan airnya direbus, jadi orang minum nyaman di tenggorokan tidak bikin batuk dan serik, makanya banyak yang mencari," ujarnya.

Saat ini, untuk produksi harian, Azizah hanya pakai satu mesin kapasitas kecil. Ia membutuhkan minimal dua kuintal nanas untuk produksi per harinya.

Dengan satu mesin kecil, ia bisa memproduksi 2.500 dus per hari dengan jumlah pekerja 10 orang dan jam kerja mulai pukul 07.00 WIB-pukul 16.00 WIB.

Tiap harinya, ia bisa menjual 500 dus minuman sari nanas dengan pemasaran hanya di AG Raya mulai Blitar, Kediri, Nganjuk, Tulungagung dan Trenggalek.

Sedang untuk momen puasa Ramadan, biasanya ia mulai menyetok produk sejak tiga bulan sebelum puasa.

Selama tiga bulan sebelum puasa, ia memproduksi minuman sari nanas pakai dua mesin dengan jam kerja 24 jam.

Ia juga menambah pekerja dari 10 orang menjadi 22 orang untuk memproduksi minuman sari nanas menghadapi momen puasa Ramadan.

Dengan mengoperasikan dua mesin dan waktu kerja 24 jam, ia bisa memproduksi 5.000 dus minuman sari nanas, tiap dusnya berisi 32 cup per harinya.

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved