Kebangkitan Ekonomi Kawasan Mataraman

Rp 47 Miliar Dana Investasi Masuk Tulungagung, Masih Jauh Dari Target Rp 500 Miliar 

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tulungagung mencatat aliran dana investasi sebesar Rp 49,916 miliar.

|
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Suasana JLS Besuki Tulungagung saat akhir pekan. Jalur Lintas Selatan Tulungagung ini diharapkan akan membuka akses ke banyak destinasi wisata Pantai 

"Perusahaan ini minta dibantu dicarikan lahan seluas 2 hektare untuk pabrik dengan 2.000 karyawan. Namun kami masih kesulitan," sambung Fajar. 

Menurutnya, sejauh ini memang belum ada lahan yang diperuntukkan kawasan industri di Kabupaten Tulungagung. 

Sementara mayoritas lahan di Kabupaten Tulungagung, terutama di daerah pinggiran adalah lahan milik Perhutani. 

Prosentase lahan yang dikuasai Perhutani ini mencapai 60 persen dari luas kawasan. 

"Kendala lainnya tidak ada kawasan industri yang dimasukkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Untuk mengajukan perubahan RTRW ini sekarang harus sampai ke pusat, apalagi kalau menyangkut lahan pertanian pangan berkelanjutan," ucap Fajar.

Salah satu pengungkit daya tarik investasi di Tulungagung adalah keberadaan Bandara kediri dan disusul Tol Kediri-Tulungagung. 

Ditambah Jalur Lintas Selatan (JLS) yang akan membuka akses ke banyak destinasi wisata Pantai. 

Sejauh ini JLS berhasil menarik investor untuk mengelola Pantai Midodaren yang ada di Desa Besuki, Kecamatan Besuki.

Investasi sektor wisata ini telah  menyedot langsung tenaga kerja lokal. 

Selain itu investasi di sektor wisata juga sangat strategis, karena mengundang wisatawan datang ke Tulungagung. 

Mereka akan membelanjakan uangnya di wilayah Tulungagung, sehingga menggerakkan ekonomi warga.

"Memang ada bagi hasil langsung, misalnya dari tiket. Tapi yang terbesar adalah banyaknya wisatawan yang datang, menggerakkan ekonomi warga," paparnya.

Untuk memudahkan calon investor, DPMPTSP Tulungagung menyiapkan sebuah aplikasi berisi potensi usaha di Tulungagung. 

Aplikasi ini akan memuat potensi di setiap kecamatan. Fajar menargetkan aplikasi ini selesai di semester pertama 2024.

"Calon investor tinggal klik, semua potensi di setiap kecamatan. Datanya sekarang sedang digarap, aplikasinya juga sedang dikerjakan," tegas Fajar.

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved