Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung
Prosesi Manten Tebu Tandai Dimulainya Musim Giling 2024 PG Mojopanggung Tulungagung
Pabrik Gula (PG) Mojopanggung di Tulungagung, Jatim, menggelar tradisi adat manten tebu. Tanda dimulainya musim giling
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM - Pabrik Gula (PG) Mojopanggung di Tulungagung, Jatim, menggelar tradisi adat manten tebu, Jumat (24/5/2024) pukul 06.30 WIB.
Manten tebu adalah tradisi tahunan yang terpelihara turun temurun, sebagai penanda dimulainya musim giling 2024.
Dalam prosesi ini, pasangan pengantin tebu diarak dari tengah perkampungan di sisi barat pabrik.
Warga sekitar, terutama anak-anak antusias ikut mengikuti iring-iringan pengantin.
Seperti tradisi adat Jawa, ada kembar mayang yang mengiring pengantin.
Lalu di belakangnya lagi ada penjor atau ornamen janur melengkung, dengan gagang terbuat dari tebu.
Paling belakang adalah para pembawa lonjoran tebu yang berbaris seperti umbul-umbul.
Setiap petinggi PG Mojopanggung dan istrinya bergiliran menjadi membawa pengantin.
Mereka yang selesai membawa pasangan pengantin tebu masuk dalam barisan pengiring.
Iring-iringan berakhir di konveyor yang biasa membawa tebu masuk ke dalam mesin giling.
Manten tebu ini simbol penyatuan keluarga besar PG Mojopanggung dengan para petani.
Keduanya tidak bisa dipisahkan dalam rangka memproduksi gula pasir, untuk mencukupi kebutuhan nasional.
General Manager PG Mojopanggung, Sugianto, mengatakan secara filosofis manten tebu ini bentuk rasa syukur.
"Manten tebu sekaligus simbol PG Mojopanggung dan para petani siap menyongsong masa giling 2024," jelasnya.
Tradisi manten tebu merupakan prosesi sakral yang terpelihara di pabrik gula milik pemerintah yang berdiri tahun 1852 ini.
Sinergi antara PG Mojopanggung dan para petani diharapkan akan membawa kesejahteraan bersama.
PG Mojopanggung bersama seluruh karyawannya sejahtera, demikian juga para petani yang memasok tebu untuk bahan baku gula.
"Dengan manten tebu ini musim giling 2024, semoga dimudahkan dan dilancarkan. Salah satu makna dari manten tebu adalah kekeluargaan, kegotongroyongan dan kepedulian," sambung Sugianto.
Di musim giling 2024 ini, PG Mojopanggung ditargetkan akan menggiling 4.100.000 kuintal tebu.
Angka ini lebih tinggi dari musim giling 2023, sebesar 3.100.000 kuintal.
Target Rencana Kerja Usaha 3.500.000 kuintal, dengan rendemen 7,6 persen.
Sementara target laba yang dibebankan di angka Rp 32 miliar.
Namun Sugianto dan jajarannya mengaku berupaya akan mencapai laba Rp 50 miliar.
"Tahun lalu kami bisa mencapai lama Rp 30 miliar. Jadi ada kenaikan pada target laba tahun ini," pungkas Sugianto.
(David Yohanes/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
Satlantas Polres Tulungagung Temukan Truk Terlibat Tabrak Lari Lansia |
![]() |
---|
Wow, Desa Beji Tulungagung Punya Sekolah Setingkat SMA Terbanyak di Indonesia |
![]() |
---|
Modus Pinjam, Pemuda Ngunut Tulungagung Membawa Kabur Sepeda Motor Milik Teman Perempuan |
![]() |
---|
Aniaya Teman Kencan saat Nginap di Hotel Tulungagung, Warga Trenggalek Jadi Tersangka |
![]() |
---|
Pemprov Jatim Salurkan 300 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Tulungagung |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.