Berita Terbaru Kabupaten Malang

Tak Terima Adik Sepupu Dihamili, Pemuda Kawan-kawannya di Dau Malang Lempari Rumah Dengan Batu

Tidak terima adik sepupunya dihamili, seorang pemuda bersama empat temannya menghujani rumah kontrakan di Dau, dengan batu

Editor: eben haezer
ist
Satreskrim Polres Malang melakukan press release terkait kasus pengerusakan rumah kontrakan di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Kamis (16/5/2024). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Tidak terima adik sepupunya dihamili, seorang pemuda bersama empat temannya menghujani rumah kontrakan di Dau, dengan batu

Aksi kelima pemuda tersebut dilakukan di rumah kontrakan pelapor, Marsianus Ukat, di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah mengatakan, peristiwa pengerusakan terjadi pada Senin (13/5/2024) sekira pukul 23.00 WIB.

Gandha menjelaskan, pelaku yang bernama Steven (28) bersama dengan Dendy Clau (24) mendatangi kontrakan Marsianus.

Sedangkan tiga pelaku lainnya Rello (24), Paskal (20), dan Rigen (22) menunggu di luar rumah.

Kedua pelaku, Steven dan Dendy masuk ke dalam rumah.

Saat itu di dalam rumah, ada Marsianus dan rekannya, Bagus Areau.

keduanya pelaku hendak menanyakan kejelasan hubungan Bagus dengan adik sepupunya, seorang perempuan berinisial PM. 

"Pelaku mendatangi secara baik-baik rumah korban bertujuan untuk meminta kejelasan dan pertanggungjawaban atas perbuatan korban (Bagus) yang telah menghamili adiknya Steven," jelas Gandha, Kamis (16/5/2024).

Namun, pada saat meminta kejelasan, pelaku dengan korban cekcok. Tak lama kemudian kakak korban, yakni Gregorius Akon keluar dengan membawa pedang yang sudah terhunus.

Karena tak terima dengan perlakuan Akon, ketiga pelaku yang sudah mengintai dari luar rumah tersulut emosinya.

Kemudian, ketiga pelaku itu menghujani rumah kontrakan Marsianus dengan batu. Lemparan tersebut mengenai kaca rumah dan sepeda motor yang terparkir.

"Setelah melakukan pelemparan, kelima pelaku ini pergi meninggalkan tempat kejadian dan menuju ke arah Kota Malang," terangnya.

Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Korban yang berada di dalam rumah telah bersembunyi untuk menyelamatkan diri dari lemparan batu.

Akan tetapi, atas pengerusakan ini, pelapor mengalami kerugian materiil. Kerugiannya mencapai Rp2,5 juta.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved