Demo Ojol di Surabaya

Rute Demo Ojol di Surabaya Hari ini, Frontal Minta Maaf Bila Menyebabkan Kemacetan

Para Driver ojol meminta maaf apabila dalam demo hari ini akan membuat Surabaya Macet. Berikut rute yang akan dilewati. Hindari agar tak kena macet

Editor: eben haezer
luhur pambudi
Ribuan ojol di Surabaya menggelar unjuk rasa di Surabaya hari ini, Kamis (20/7/2023) 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Ribuan driver ojek online dan taksi online akan menggelar unjuk rasa di Surabaya, hari ini, Kamis (20/7/2023).

Demo ojol di Surabaya ini diikuti tak hanya oleh para driver ojol dari Surabaya dan sekitarnya, tetapi juga dari daerah-daerah lain di Jawa Timur. Sehingga, kemungkinan akan memicu kemacetan, khususnya di daerah-daerah yang dilintasi.

Titto Ahmad, koordinator aksi unjuk rasa ojol di Surabaya ini mengatakan, demo ini diberi tajuk Frontal Jilid VI. Frontal sendiri merupakan kepanjangan dari Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal.

Baca juga: BREAKING NEWS - Demo Ojol di Surabaya Hari ini Untuk Tagih Janji Gubernur Khofifah

Dalam rilis tertulis yang disebarkan ke media, Titto Ahmad menjelaskan rute demo ojol di Surabaya yang akan dilalui.

Dia mengatakan, demo ojol dimulai dari jl Ahmad Yani, Surabaya, dengan mendatangi kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.

Dari Kantor Dinas Perhubungan Jawa Timur, massa akan bergerak ke Dinas Kominfo Jawa Timur, lalu ke Mapolda Jatim.

Tiga institusi ini sama-sama berada di ruas jalan Ahmad Yani, Surabaya.

Baca juga: Berikut 4 Tuntutan yang Akan Disampaikan Dalam Demo Ojol di Surabaya Hari ini

Selanjutnya, dari Mapolda Jatim, ribuan driver ojol tersebut akan bergerak ke Gedung Negara Grahadi, lalu ke Kantor Gubernur Jawa Timur.

Selain itu, para peserta demo juga akan singgah ke depan Kantor Wilayah IV Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Jatim di Jl Basuki Rahmat, Genteng, Surabaya.

Humas Frontal Jatim, Daniel Lukas Rorong mengatakan, rencananya di Kanwil IV KPPU Jatim, mereka akan melakukan aksi orasi yang cukup lama.

"Khusus di Kanwil IV KPPU Jatim, kami melakukan orasi cukup lama disini meminta agar lembaga tersebut bisa membantu untuk mengawasi aplikator-aplikator transportasi online yang beroperasi di wilayah Jawa Timur agar dapat bersaing secara sehat serta tidak merugikan para mitra yakni driver online dan juga konsumen,"

Daniel pun meminta maaf kepada warga Surabaya apabila aksi demo ojol ini menyebabkan kemacetan, khusunya di rute-rute yang akan dilewati.

Dia juga mengimbau para peserta aksi yang datang dari berbagai wilayah di Jatim untuk tidak melakukan tindakan anarkis, selama aksi demo yang bersifat damai ini berlangsung.

“Pasalnya, tak hanya diikuti oleh driver online roda dua (ojek online) dan roda empat (taksi online) dari Surabaya saja, peserta aksi juga ada perwakilan dari Gresik, Lamongan, Tuban, Sidoarjo, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Kediri, Ponorogo,  Blitar, Lumajang, Jember bahkan ada juga yang berasal dari Banyuwangi,” paparnya.

Tuntutan Ojol

Diberitakan sebelumnya, ribuan pengemudi ojek online dan taksi online yang tergabung dalam Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Jatim, menggelar demo besar-besaran di Surabaya,  hari ini, kamis (20/7/2023).

Mengusung tajuk Frontal Level 6, demo Ojol di Surabaya ini diniatkan untuk menagih janji Pemprov Jatim agar segera mengesahkan Keputusan Gubernur (Kepgub) tentang batasan minimum tarif layak yang harus dipenuhi para aplikator. 

Pengesahan Kepgub tersebut telah dijanjikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat menanggapi demontrasi massa Frontal Jatim pada tahun 2022 silam.

Ketua Dewan Presidium Frontal Jatim. Herry Wahyu Nugroho berharap agar nantinya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dapat meluangkan waktunya untuk bisa menemui langsung para peserta aksi yang berkumpul di depan Grahadi.

Herry juga ingin ada kepastian perihal kapan Kepgub Jatim ditandatangani dan disahkan. Pihaknya bersepakat tidak akan pulang atau membubarkan diri, jikalau belum ada kepastian perihal pengesahan Kepgub Jatim. 

"Kami berharap, saat di Grahadi, Bu Khofifah (Gubernur Jatim) dapat menemui kami, mengingat selama ini sejak aksi demo Frontal Jilid 1 tahun 2019 sampai terakhir Frontal berubah menjadi Level 5 pada 24 Agustus 2022 lalu, beliau (Bu Khofifah) tak pernah sekalipun menemui kami saat aksi," harap Herry. 

Berikut sejumlah tuntutan yang akan disampaikan dalam demo ojol di Surabaya tersebut:

Tarif batas minimal 0-4 km.
Tarif batas bawah R4 (Rp. 3800/km)
Tarif batas bawah R2 semua layanan (Rp. 2000/km)
serta Standar layanan aplikator kepada mitra harus sama.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved