Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Kendati Hujan Masih Mengguyur Trenggalek, BPBD Tetap Waspadai Potensi Kekeringan

Kendati hujan masih mengguyur wilayah Trenggalek, namun BPBD Trenggalek masih mewaspadai potensi bencana kekeringan sebagai dampak el nino.

Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
tribunmataraman/aflahul abidin
ILUSTRASI - Warga mengambil air di mata air yang tersisa saat daerahnya kekeringan di Kabupaten Trenggalek. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Kendati masih turun hujan, BPBD Kabupaten Trenggalek tetap siap siaga mengantisipasi kekeringan yang terjadi seiring datangnya musim kemarau.

Hal itu sesuai dengan peringatan dari BMKG adanya dampak dari El Nino yang dapat memicu kekeringan dikarenakan minimnya curah hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, terutama forkopimca yang di daerahnya terdapat desa yang rawan kekeringan.

"Kita sediakan tandon air di titik-titik strategis yang bisa dijangkau oleh masyarakat," kata Triadi, Senin (12/6/2023).

BPBD akan memantau tandon air tersebut secara berkala untuk melakukan droping air bersih ketika diperlukan.

Triadi juga memperingatkan kepada petani serta masyarakat desa hutan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

"Kalau buang puntung rokok harus dipastikan benar-benar mati, karena berawal dari hal yang sepele ini berulangkali mengakibatkan kebakaran lahan dan hutan," lanjutnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membersihkan sampah di sawah dan lahan hutan dengan cara membakar karena dikhawatirkan akan meluas tak terkendali serta membahayakan pengendara yang lewat jika asapnya masuk ke jalan raya.

"Jika memang tidak ada pilihan lain, dan harus dibakar diharapkan jangan ditinggal. Tunggu sampai apinya benar - benar mati," ucap Triadi.

Yang tidak kalah penting, ia telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Trenggalek untuk mengantisipasi kekeringan agar tidak terjadi puso atau gagal panen.

"Harapannya agar penggunaan infrastruktur pengelolaan sumber daya air seperti waduk, bendungan, embung dan lainnya bisa optimal," ucap Triadi 

"Karena sekarang masih turun hujan hampir setiap hari, maka bisa untuk menyimpan air agar dapat dimanfaatkan pada periode musim kemarau nanti," tegasnya.

Di Trenggalek sendiri puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada bulan Juli - Agustus.  

Walaupun El Nino sudah berhembus, hujan masih terjadi di Bumi Menak Sopal karena garis pantai yang panjang dan udara yang lembab serta masih memasuki masa sisa musim hujan.

(sofyan arif candra/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved