Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek
Banyak Program Pro Lingkungan, Kualitas Udara Kabupaten Trenggalek Terbaik se Jawa Timur
Semangat pembangunan berkelanjutan yang diusung Kabupaten Trenggalek menui hasil yang positif
Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: Sri Wahyuni
TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK - Semangat pembangunan berkelanjutan yang diusung Kabupaten Trenggalek menui hasil yang positif.
Berdasarkan hasil pengukuran tahun 2024, Indeks Kualitas Udara (IKU) Kabupaten Trenggalek menjadi yang terbaik di Jawa Timur.
Pengendali Lingkungan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Kabupaten Trenggalek, Zainul, menuturkan nilai IKU Kabupaten Trenggalek juga melonjak tajam jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengukuran tahun 2023 menunjukkan nilai IKU Trenggalek berada di angka 86,59 dengan predikat baik.
Saat itu, Trenggalek menempati peringkat ke-337 nasional dari 514 kabupaten/kota serta peringkat ke-15 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
"Sedangkan di tahun 2024 nilai IKU kita meningkat menjadi 94,84 dengan predikat sangat baik. Di tingkat nasional kita berada di peringkat 72 besar dari 514 kabupaten/kota, dan di tingkat provinsi kita menempati peringkat terbaik se-Jawa Timur," jelas Zainul, Selasa (22/10/2025).
Ia menjelaskan, peningkatan ini tak lepas dari berbagai program pro lingkungan yang dijalankan Pemkab Trenggalek.
Salah satu yang paling berdampak adalah program donasi pohon, yang digagas langsung oleh Bupati Mochamad Nur Arifin.
"Pak Bupati mengeluarkan Surat Edaran (SE) agar setiap individu, baik itu ASN, pelajar, maupun dunia usaha ikut berpartisipasi dalam donasi pohon," tambahnya.
Baca juga: Siltap Perangkat Desa di Tulungagung Naik di 2026, Pembiayaan Pembangunan Turun Imbas Pemotongan DD
Hal tersebut dinilai menjadi gerakan kolektif yang efektif dalam meningkatkan kualitas udara Bumi Menak Sopal.
Pengambilan sampel kualitas udara di Trenggalek sendiri dilakukan di 12 titik lokasi yang tersebar di beberapa kecamatan.
Di antaranya Griya Taman Agung Permai (Kecamatan Karangan) untuk kawasan permukiman, kompleks Bappeda dan Inspektorat di Jalan Wachid Hasyim untuk kawasan perkantoran, pabrik Gondorukem di Jalan Kanjeng Jimat untuk kawasan industri, dan Taman Agropark di Jalan Soekarno-Hatta untuk kawasan transportasi.
Selain itu, titik pemantauan juga dilakukan di Kecamatan Tugu dan Kecamatan Watulimo masing-masing 4 titik.
"Idealnya memang setiap kecamatan ada sampel, tapi keterbatasan anggaran masih menjadi kendala," kata Zainul.
Dalam pengukuran tersebut parameter yang diukur meliputi gas sulfur dioksida (SO₂) dan nitrogen dioksida (NO₂).
Sedangkan pada tahun 2025, Kementerian Lingkungan Hidup menambahkan pengukuran PM2.5 (partikulat berukuran kurang dari 2,5 mikron) untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif.
"Untuk hasil (pengukuran) tahun ini masih dalam proses. Kita tunggu hasil akhirnya pada penghujung 2025," pungkasnya.
(Sofyan Arif Candra/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik
berita terbaru kabupaten Trenggalek
Indeks Kualitas Udara (IKU)
kabupaten Trenggalek
nilai IKU Trenggalek
Lingkungan Hidup
tribunmataraman.com
| Nasi Gegok Khas Trenggalek Selangkah Lagi Jadi Warisan Budaya Tak Benda |
|
|---|
| Perjuangan Tradisi Pahargyan Adat Longkangan Trenggalek Jadi Warisan Budaya Tak Benda |
|
|---|
| Disdik Trenggalek Sebut Hasil TKA Jadi Bahan Evaluasi Guru, Siswa Ujian Pakai Chromebook |
|
|---|
| Antisipasi PMK, Vaksinasi Ternak Digenjot 24 Ribu Dosis Jelang Idul Adha di Kabupaten Trenggalek |
|
|---|
| Ritus Adat Longkangan Ke-177, Bentuk Rasa Syukur Masyarakat Munjungan Trenggalek Tetap Lestari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/fOto-Dokumen-pembibitan-unggul-di-Trenggalek.jpg)