Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung
Kejar Target, Bulog Cabang Tulungagung Giat Serap Gabah dan Jagung Selama Ramadan
Perum Bulog Cabang Tulungagung tetap melakukan penyerapan gabah dan jagung selama Bulan Ramadan
Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
“Beras hasil serapan ini akan jadi cadangan pangan nasional. Jadi kualitasnya tidak boleh sembarangan,” ungkapnya.
Di akhir Februari 2026 ini, Bulog Cabang Tulungagung sudah menyerap 15.000 ton gabah kering panen(GKP) dan 5 ribu ton jagung pipil kering.
Berbeda pada tahun 2025, memasuki Bulan Februari saat itu belum ada serapan gabah.
Selain upaya penyerapan yang masif, Bulog juga menyiapkan sejumlah gudang alternatif di luar gudang milik Bulog.
“Kami sudah mengantisipasi sejak awal, jangan sampai ada kendala gudang sudah penuh. Gudang alternatif demi mendukung swasembada berkelanjutan," katanya.
Nyono, salah satu petani di Desa Tanggulkundung, Kecamatan Besuki, mengaku senang dengan harga pembelian dipatok Bulog.
Menurutnya harga Rp 6.500 ini lebih tinggi dari harga yang dipatok para pedagang, yang biasanya di harga Rp 5.800.
Dengan harga pembelian yang baik, memberikan keuntungan bagi petani dan membuat petani semangat menanam padi.
“Harapannya program ini terus berlanjut karena membantu petani. Penghasilan semakin baik, petani semangat menanam padi,” ucapnya.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik
Berita terbaru kabupaten Tulungagung
Bulog Cabang Tulungagung
penyerapan gabah
Ramadan
Gabah
Jagung
TribunMataraman.com
| Pemkab Tulungagung Masih Bingung Mau Menaikkan Gaji PPPK Paruh Waktu |
|
|---|
| Wakapolres dan 4 Pejabat Utama Polres Tulungagung Berganti |
|
|---|
| Marsono Tegaskan Perda Miras Masih Berlaku Meski Sudah Dicabut, Belum Ada Perda Baru |
|
|---|
| MUI dan 3 Ormas Islam Datangi DPRD Tulungagung, Keluhkan Peredaran Miras dan Prostitusi Terselubung |
|
|---|
| Damkar Tulungagung Buka Pos Bantuan di Ngunut untuk Memperpendek Waktu Respons |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Tim-bulog-cabang-tulungagung-soal-penerapan-gabah.jpg)