Senin, 27 April 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Kejar Target, Bulog Cabang Tulungagung Giat Serap Gabah dan Jagung Selama Ramadan

Perum Bulog Cabang Tulungagung tetap melakukan penyerapan gabah dan jagung selama Bulan Ramadan

Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/David Yohanes
MENIMBANG GABAH - Tim Jemput Pangan Bulog Cabang Tulungagung, Jawa Timur menimbang gabah kering panen dari petani yang akan dibeli, Jumat (27/2/2026). Bulog Cabang Tulungagung masif menyerap gabah dan jagung selama Bulan Ramadan, untuk mengejar target serapan 2026, sebesar 64.000 ton gabah setara beras dan 11.000 ton jagung pipil.  

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Perum Bulog Cabang Tulungagung tetap melakukan penyerapan gabah dan jagung selama Bulan Ramadan.

Upaya ini dilakukan untuk memenuhi target pemerintah pusat tahun 2026, menyerap  64.000 ton gabah setara beras, ditambah menyerap 11.000 ton jagung pipil.

Target ini meningkat 52 persen jika dibanding tahun 2025, yang ditetapkan 42.000 ton gabah setara beras.

Sedangkan secara nasional, Perum Bulog mendapat tugas menyerap 4 juta ton gabah setara beras dan 1 juta ton jagung pipil.

“Setelah berhasil swasembada selama 2025, pemerintah mencanangkan swasembada yang berkelanjutan di tahun 2026 ini,” jelas Pemimpin Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, Jumat (27/2/2026).

Bagi Yonas, peningkatan target serapan 206 ini menjadi tantangan untuk mewujudkan program  ketahanan pangan.

Wilayah kerja Bulog Cabang Tulungagung meliputi Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Blitar,  dan Kota Blitar.

Daerah-daerah ini sudah dikenal sebagai sentra produksi padi dan jagung.

“Kami optimis, karena wilayah kerja kami sentra beras dan jagung. Apalagi kami sudah  menjalin kerja sama dengan para pihak terkait,” tegasnya.

Baca juga: Kenapa Makan Banyak Saat Sahur Justru Cepat Lapar? Ini Kata Ahli

Diakuinya, upaya penyerapan ini dibantu Pemkab Tulungagung melalui dinas terkait, TNI, Polri, para penyuluh pertanian, serta para mitra pengeringan dan penggilingan.  

Yonas juga secara berkala memantak kegiatan tim jemput pangan yang bertugas melakukan penyerapan.

Meski bulan puasa, proses penyerapan tetap masif dilakukan di berbagai daerah.

Bulog mematok harga beli dari petani Rp 6.500 per kg dengan kondisi yang sudah ditentukan pemerintah.

Gabah yang dibeli Bulog wajib dipanen saat sudah cukup umur, bukan gabah muda yang masih banyak  berwarna hijau.

Selain itu bukan gabah yang sudah mengendap berhari-hari sehingga jadi rusak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved