Senin, 18 Mei 2026

Ponpes Ambruk di Sidoarjo

KISAH Alfatih Tertidur Tiga Hari di Bawah Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny

Meski tertidur selama tiga hari di dalam reruntuhan bangunan POnpes Al Khoziny, Alfatih Cakra Buana

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Yusron Naufal Putra
BERHASIL DIEVAKUASI - Alfatih Cakra Buana, santri Pondok Pesantren Al-Khoziny saat dijenguk oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di RSUD Notopuro Sidoarjo, Kamis (2/10/2025). 

TRIBUNMATARAMAN.COM I SIDOARJO - Alfatih Cakra Buana (14) adalah salah satu korban selamat dalam insiden ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Remaja itu terjebak tiga hari dalam reruntuhan bangunan yang dipakai untuk musala tersebut.

Tiga hari terjebak, dia mengaku tertidur dan bermimpi. Keajaiban datang, tim penyelamat menemukan dirinya dan berhasil mengeluarkan tubuhnya dari reruntuhan.

Karenanya, ungkapan syukur tak henti diucapkan Abdul Hannan, saat mengetahui anak keduanya Alfatih Cakra Buana selamat dari reruntuhan.

Bangunan itu ambruk pada Senin (29/9/2025) sore. Alfatih baru berhasil dievakuasi pada Rabu (1/10/2025) sore.

Jika dihitung Alfatih berada sekitar tiga hari di dalam puing reruntuhan bangunan.

"Alhamdulillah, Alhamdulillah," ucap warga Bangkalan ini di RSUD Notopuro Sidoarjo, Kamis (2/10/2025). 

Pada saat dievakuasi, Alfatih tak mengalami luka serius, hanya lecet.

Dalam ceritanya, remaja 14 tahun itu merasa tidur. Ia bahkan tak mengingat pasti kejadian ini.

Alfatih hanya mengingat bahwa sebelum gedung itu ambruk sempat terdengar suara gemuruh seperti gempa.

Begitu gedung itu roboh, Alfatih sempat berlari untuk keluar gedung. Namun ia tak berhasil dan pingsan. 

Baca juga: SOSOK Agus Ubaidillah, Satu Korban Meninggal di Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny

Saat bangun, Alfatih sudah tak bisa melihat apa-apa alias gelap gulita. Namun, Alfatih masih sempat berkomunikasi dengan teman di sebelahnya dalam posisi sama-sama terjebak.

"Setelah itu saya tidur dan tidak ingat lagi. Saya sempat mimpi minum lewat selang. Mimpi tapi kayak asli rasanya," kata Alfatih saat bercerita diatas tempat tidur tempat ia di rawat di RSUD Notopuro Sidoarjo. 

Dalam tidurnya selama tiga hari itu, Alfatih merasa mimpi berkeliling ke sejumlah tempat. Namun, ia tak mengingat rinci.

Ia hanya ingat, berkeliling menggunakan transportasi pickup. Didalam reruntuhan itu, Alfatih sebenarnya tertimpa gundukan pasir dan seng.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved