Rabu, 29 April 2026

Cuaca Ekstrem di Kediri

BMKG Dhoho Kediri Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat, Warga Diminta Waspada Potensi Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Dhoho Kediri mengingatkan adanya fenomena panas terik yang dipicu oleh gerak semu matahari

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Isya Anshori
Suasana siang hari di kawasan Simpang Tiga Mengkreng Purwoasri Kabupaten Kediri. BMKG Dhoho Kediri menjelaskan tentang fenomena terik matahari 

"Ketika matahari berada di sekitar ekuator, intensitas sinar UV bisa meningkat dan berdampak jangka panjang pada kulit," ungkapnya.

Untuk mencegah gangguan kesehatan, BMKG menyarankan masyarakat memperbanyak konsumsi air putih menghindari aktivitas berat di luar ruangan, serta mengenakan topi, pakaian longgar, dan tabir surya (sunscreen) saat beraktivitas di bawah terik matahari. 

"Langkah sederhana seperti ini bisa membantu mencegah dehidrasi, pusing, atau bahkan heatstroke," ucap Satria.

Dia juga mengingatkan bahwa kasus serangan panas mendadak (heatstroke) pernah dilaporkan di sejumlah wilayah Indonesia pada tahun-tahun sebelumnya, terutama pada periode yang sama. 

"Kalau tubuh tidak mampu menurunkan suhu meskipun sudah berkeringat, bisa terjadi heat stroke yang berisiko fatal," pesannya.

Baca juga: Banyak Program Pro Lingkungan, Kualitas Udara Kabupaten Trenggalek Terbaik se Jawa Timur 

BMKG Dhoho Kediri memastikan akan terus memantau perkembangan suhu dan pola cuaca di wilayah Kediri serta memberikan pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan media sosial. 

Satria mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem dan menjaga kesehatan tubuh selama masa peralihan musim.

"Kesadaran dan disiplin masyarakat untuk melindungi diri dari paparan panas ekstrem menjadi kunci utama agar terhindar dari risiko kesehatan," pungkas Satria.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved