Demo Rusuh di Kediri

Keterangan Lengkap Bupati Kediri Mas Dhito Usai Gedung Pemkab dan DPRD Kediri Dibakar Massa

Pasca Gedung Luluh Lantah, Bupati Kediri Mas Dhito Tegaskan Pelayanan Publik Tetap Berjalan

Penulis: Isya Anshori | Editor: faridmukarrom
Isya Anshori/ Tribun Mataraman
MEMBERI INFORMASI - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (tengah) bersama Dandim 0809 Letkol Inf. Ragil Jaka Utama (kiri), Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji (kanan) dan Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa (paling kanan) memberikan informasi pasca kejadian kerusuhan di area kantor Pemkab Kediri, Minggu (31/8/2025). 

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI -  Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan pelayanan publik bagi masyarakat akan tetap berjalan normal. Hal itu menyusul gedung perkantoran Pemkab Kediri luluh lantah akibat kerusuhan massa pada Sabtu (30/8/2025) malam.

Kerusuhan yang terjadi tidak hanya membakar gedung DPRD Kabupaten Kediri, tetapi juga merembet ke kompleks kantor bupati, museum, dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Puluhan ruangan berikut inventaris di dalamnya habis dijarah dan dibakar massa.

"Kurang lebih ada 18 OPD terdampak. Sampai saat ini kami masih menginventaris apa saja yang rusak dan menyelamatkan data aset yang bisa diselamatkan," kata Bupati yang akrab disapa Mas Dhito kepada wartawan Minggu (31/8/2025).

Mas Dhito menyebut hampir semua aset di lingkungan Pemkab Kediri hangus. Mulai perangkat komputer, dokumen, hingga ruang kerja pimpinan. 

Baca juga: Perguruan Silat di Tulungagung Dilibatkan Jaga Kondusivitas, Diminta Waspadai Provokasi

"Baik PC, hardware, bahkan ruang bupati dijebol. Yang memprihatinkan, sebagian besar yang masuk itu anak-anak SMP, SMA, bahkan ada perempuan. Ada yang ngambil tisu dan macam-macam," imbuhnya. 

Meski demikian, Mas Dhito memastikan pelayanan masyarakat tidak akan berhenti. Menurutnya, bidang layanan vital seperti kesehatan, kependudukan, dan catatan sipil akan tetap beroperasi mulai Senin (1/9/2025).

"Kegiatan pelayanan besok tetap berjalan. Memang ada keterbatasan tempat, tapi bisa diungsikan ke kantor Dispertabun, BPBD, atau samping masjid yang masih tersisa," jelasnya.

Sementara untuk OPD non-pelayanan, Pemkab membuka opsi work from home (WFH) agar kinerja tetap berlangsung meski kantor hancur. 

"Setiap kebijakan hari ini mau tidak mau saya harus katakan lumpuh. Tetapi pelayanan masyarakat adalah prioritas," tegasnya.

Mas Dhito juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kediri atas lumpuhnya fasilitas pemerintahan. Ia menyebut seluruh aset kantor, termasuk Samsat Katang dan gedung DPRD, habis terbakar. 

"Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat. Pemkab hangus terbakar, tetapi kami berkomitmen pelayanan tidak berhenti," ucapnya.

Mas Dhito juga mengenang kerusuhan yang terjadi di Jakarta hingga menelan korban jiwa. Seorang pengemudi ojek online bernama Affan meninggal dunia. 

"Kami turut berduka atas meninggalnya Affan. Tidak hanya itu di Makassar juga ada tiga korban jiwa. Pertanyaannya, sampai kapan ini berlangsung?" kata Mas Dhito.

Hingga Minggu siang, listrik dan air di kompleks Pemkab Kediri masih terputus. Petugas tampak lalu lalang berusaha menyelamatkan dokumen dan barang yang masih bisa dipindahkan dari puing-puing gedung.

Sejumlah OPD yang terdampak parah antara lain kantor bupati, wakil bupati, museum, Kesbangpol, Inspektorat, BKD/BKPSDM, BPKAD, Disnaker, Bappeda, Prokopim, tata pemerintahan, hingga gedung dewan. Dokumen penting seperti data kepegawaian, bantuan masyarakat, hingga pemetaan aset kini tengah diupayakan penyelamatan.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved