Dampak Rupiah Melemah
Harga Pertamax Naik, Pemkot Blitar Perketat Operasional Kendaraan Dinas
Harga Pertamax Naik, Pemkot Blitar Perketat Operasional Kendaraan Dinas
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Rendy Nicko
TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Pemkot Blitar mengimbau organisasi perangkat daerah (OPD) memperketat penggunaan kendaraan dinas imbas kenaikan harga pertamax.
Hal itu dilakukan untuk menghemat anggaran bahan bakar minyak (BBM) kendaraan dinas yang sudah terplotting sebelum ada kenaikan harga pertamax.
"Kenaikan harga pertamax ini berlaku nasional. Dengan kondisi itu, kami otomatis lebih mengetatkan kembali kegiatan-kegiatan yang berdampak pada penggunaan BBM," kata Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar, Heru Eko Pramono, Kamis (11/6/2026).
"Terutama penggunaan kendaraan dinas yang bukan bersifat layanan masyarakat, sudah kami imbau untuk lebih bijak dalam memanfaatkan sarana kendaraan," lanjutnya.
Baca juga: 17 Taman Edukatif Meriahkan Pesta Siaga Pramuka Kabupaten Kediri, Latih Kreativitas dan Mental Anak
Baca juga: Pasca Harga Naik, Penjualan Pertamax di SPBU Jalan Kalimantan Kota Blitar Turun
Heru juga mengimbau untuk kegiatan rapat lebih baik menggunakan media sosial seperti zoom untuk mengurangi operasional kendaraan dinas.
Menurutnya, di level regional provinsi dan nasional juga banyak menggunakan media sosial zoom untuk kegiatan rapat.
"Seperti hari ini, kami ada kegiatan dengan BPKP dan Kemenkeu via zoom. Jadi kami tidak perlu hadir di lokasi acara," ujarnya.
Heru mengatakan, untuk sementara, upaya yang bisa dilakukan untuk penghematan penggunaan BBM, yaitu, dengan cara pengetatan operasional kendaraan dinas.
"Karena plafon anggaran BBM sudah terplotting di masing-masing perangkat daerah. Khusus penggunaan BBM operasional dinas yang bukan layanan masyarakat, kami imbau untuk berhemat," katanya.
(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)
| Pasca Harga Naik, Penjualan Pertamax di SPBU Jalan Kalimantan Kota Blitar Turun |
|
|---|
| Penjual Sparepart Motor di Blitar Ikut Terdampak Melemahnya Nilai Tukar Rupiah |
|
|---|
| Harga Daging Bertahan Rp120 Ribu, Pedagang di Kediri Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah |
|
|---|
| Kurs Rupiah Melemah, Produsen Tahu di Kediri Kurangi Produksi dan Naikkan Harga |
|
|---|
| Usaha Katering di Tulungagung Terpengaruh Kenaikan Dolar, Pilih Kurangi Ukuran Porsi Agar Tak Merugi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Kepala-BPKAD-Kota-Blitar-Heru-Eko-Pramono-Kamis-1162026.jpg)