Selasa, 9 Juni 2026

Dampak Rupiah Melemah

Penjual Sparepart Motor di Blitar Ikut Terdampak Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

Penjual Sparepart Motor di Blitar Ikut Terdampak Melemahnya Nilai Tukar Rupiah, Harga Naik Penjualan Turun

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Samsul Hadi
RUPIAH MELEMAH - Andri, sedang berada di toko sparepart dan variasi sepeda motor miliknya di Kelurahan/Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Selasa (9/6/2026). Toko sparepart milik Andri ikut terdampak melemahnya nilai tukar rupiah. 

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Penjual sparepart atau suku cadang sepeda motor di Blitar ikut terdampak dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Akibat nilai tukar rupiah melemah, hampir semua harga suku cadang sepeda motor naik kisaran 5 persen sampai 10 persen. 

Kenaikan harga sparepart otomatis membuat penjualan suku cadang ikut turun. 

Seperti disampaikan, Andri Siswanto (28), pemilik toko sparepart dan variasi di Kelurahan/Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: Pemkab Kediri Pastikan Stadion Gelora Daha Jayati Mulai Digarap Dua Minggu Lagi

Andri mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sangat berpengaruh dengan harga sparepart. 

Apalagi, mayoritas sparepart yang dijual Andri, barangnya impor atau didatangkan dari luar negeri.

"Hampir 80-90 persen sparepart yang saya jual, barangnya impor. Ketika rupiah melemah otomatis harganya naik. Kenaikannya antara 5-10 persen," kata Andri.

Menurutnya, jenis sparepart yang harganya naik paling tinggi yang berbahan plastik, ban, dan oli. 

Harga sparepart mulai naik secara bertahap sejak pasca Lebaran 2026.

Ketika harga plastik naik, harga sparepart secara berlahan terus ikut naik. 

"Harga ban naik Rp 10.000-Rp 20.000 per biji. Harga jual ban yang sebelumnya Rp 250.000, sekarang menjadi Rp 265.000 sampai Rp 270.000," ujarnya.

Terbaru, kata Andri, harga oli sepeda motor juga naik lumayan tinggi. Harga oli naik sekitar 15 persen sampai 20 persen.

"Untuk sementara, stok oli saya kosongkan dulu. Karena harganya terus naik dan penjualannya turun. Saya fokus sparepart dan variasi dulu," katanya.

Dikatakannya, kenaikan harga sparepart berpengaruh terhadap penjualan di tokonya. Penjualan sparepart di tokonya ikut turun. 

"Daya beli turun, karena harga barang-barang naik. Penjualan di toko saya juga ikut turun meski tidak signifikan," ujarnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved