Dampak Rupiah Melemah
Harga Daging Bertahan Rp120 Ribu, Pedagang di Kediri Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah
Harga Daging Bertahan Rp120 Ribu, Pedagang di Kediri Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Rendy Nicko
TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Kondisi daya beli masyarakat menjadi perhatian pedagang daging sapi di Pasar Setono Betek Kota Kediri. Meski harga daging sapi saat ini masih relatif stabil, pedagang mulai merasakan perubahan pola belanja konsumen yang dinilai tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu pedagang daging sapi, Supartini, warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, mengaku telah belasan tahun berjualan di Pasar Setono Betek. Ia menilai aktivitas perdagangan daging sangat dipengaruhi oleh momentum tertentu, terutama musim hajatan.
"Harga daging sapi saat ini masih sekitar Rp120 ribu per kilogram," kata Supartini saat ditemui di lapaknya, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, permintaan daging akan meningkat ketika banyak kegiatan hajatan di masyarakat. Sebaliknya, saat tidak ada acara besar, jumlah pembeli cenderung berkurang.
Baca juga: Tak Hanya Punya 25 Prodi, IIK Bhakta Kediri Bidik Gelombang Baru Akreditasi Unggul
"Kalau tidak ada orang hajatan biasanya sepi. Tapi kalau musim hajatan ramai pembeli yang datang," terangnya.
Supartini mengatakan penjualan sempat melambat saat momentum Iduladha lalu. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena permintaan kembali meningkat seiring banyaknya agenda hajatan warga.
"Kemarin waktu Iduladha agak sepi pembelian. Setelah itu momen hajatan mulai ramai lagi sehingga penjualan ikut meningkat," tuturnya.
Selain masyarakat umum yang menggelar hajatan, pelanggan tetapnya juga berasal dari pelaku usaha kuliner seperti penjual bakso dan soto. Belakangan, ia juga menerima tambahan pesanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Yang sering beli itu penjual bakso dan soto. Sekarang juga ada tambahan pemesanan dari SPPG," jelasnya.
Dalam kondisi ramai, Supartini mampu menjual hingga 600 kilogram daging sapi per hari. Ia bahkan mulai berjualan sejak pukul 02.00 WIB dini hari dan baru menutup lapaknya sekitar pukul 17.00 WIB.
"Kalau sedang ramai bisa sampai 600 kilogram sehari. Saya jualan mulai jam dua dini hari sampai jam lima sore," ungkapnya.
Meski demikian, Supartini berharap harga daging sapi bisa turun agar konsumsi masyarakat meningkat. Ia khawatir isu kenaikan harga sapi hidup akan berdampak pada harga jual daging dalam waktu dekat.
"Harapan saya harga daging turun supaya pembeli rumah tangga semakin banyak. Tapi sekarang malah ada isu harga akan naik," katanya.
Ia juga menilai kondisi ekonomi belakangan ini turut memengaruhi daya beli masyarakat. Menurutnya, konsumen menjadi lebih selektif dalam berbelanja kebutuhan pangan.
"Kalau melihat kondisi sekarang, daya beli masyarakat memang terasa menurun. Mungkin karena ekonomi sedang lesu sehingga orang lebih berhitung saat belanja," ujarnya.
| Kurs Rupiah Melemah, Produsen Tahu di Kediri Kurangi Produksi dan Naikkan Harga |
|
|---|
| Usaha Katering di Tulungagung Terpengaruh Kenaikan Dolar, Pilih Kurangi Ukuran Porsi Agar Tak Merugi |
|
|---|
| Tak Ada Kenaikan Tarif Resmi Bus Trenggalek–Surabaya, Penumpang Sukarela Beri Uang Tambahan |
|
|---|
| Rupiah Melemah, Belum Ada Kenaikan Harga Tiket Bus AKDP di Terminal Patria Blitar |
|
|---|
| Pedagang Mengeluh Bawang Putih Naik Jadi 36 Ribu, Pembeli Berkurang di Pasar Basah Trenggalek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Pedagang-daging-sapi-saat-ditemui-di-Pasar-Setono-Betek-Selasa-962026.jpg)