Dampak Rupiah Melemah
Harga Daging Bertahan Rp120 Ribu, Pedagang di Kediri Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah
Harga Daging Bertahan Rp120 Ribu, Pedagang di Kediri Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Rendy Nicko
Terkait pelemahan nilai tukar rupiah, Supartini mengaku belum merasakan dampak langsung terhadap usahanya. Namun ia tetap mewaspadai kemungkinan kenaikan harga sapi yang pada akhirnya akan memengaruhi harga daging di tingkat pedagang.
Baca juga: Kurs Rupiah Melemah, Produsen Tahu di Kediri Kurangi Produksi dan Naikkan Harga
"Kalau soal rupiah yang merosot, kami penjual daging sapi belum terdampak langsung. Tapi kalau nanti harga sapi naik, otomatis harga daging juga bisa naik. Semoga kondisi segera normal dan tidak berdampak ke kami," harapnya.
Sementara itu, Anis, salah seorang pembeli yang rutin membeli daging sapi untuk kebutuhan katering rumah sakit, berharap harga tetap stabil agar pengeluaran tidak semakin membengkak.
"Kalau harga daging naik tentu biaya yang kami keluarkan juga bertambah. Kami berharap harga tetap stabil karena kebutuhan daging untuk konsumsi sehari-hari dan suplai makanan di rumah sakit cukup besar," ujarnya.
(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)
| Kurs Rupiah Melemah, Produsen Tahu di Kediri Kurangi Produksi dan Naikkan Harga |
|
|---|
| Usaha Katering di Tulungagung Terpengaruh Kenaikan Dolar, Pilih Kurangi Ukuran Porsi Agar Tak Merugi |
|
|---|
| Tak Ada Kenaikan Tarif Resmi Bus Trenggalek–Surabaya, Penumpang Sukarela Beri Uang Tambahan |
|
|---|
| Rupiah Melemah, Belum Ada Kenaikan Harga Tiket Bus AKDP di Terminal Patria Blitar |
|
|---|
| Pedagang Mengeluh Bawang Putih Naik Jadi 36 Ribu, Pembeli Berkurang di Pasar Basah Trenggalek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Pedagang-daging-sapi-saat-ditemui-di-Pasar-Setono-Betek-Selasa-962026.jpg)