Pemkab Kediri
Transformasi Pendidikan Ala Vinanda Prameswati Wali Kota Kediri: Dari BOSDA ke Sekolah Inklusi
Inilah strategi transformasi pendidikan ala Vinanda Prameswati, Wali Kota Kediri.
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, meluncurkan sejumlah kebijakan pendidikan inovatif dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Kediri.
Dalam acara 'Kebijakan Pendidikan dan Kualitas SDM Kota Kediri' yang digelar di Ruang Joyoboyo, Selasa (6/5/2025), Mbak Wali, sapaan akrab Wali Kota Kediri menegaskan komitmennya mewujudkan Kota Kediri yang Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni (MAPAN).
Dalam pemaparannya, Mbak Wali menggarisbawahi pentingnya pendidikan yang inklusif, terjangkau, dan bebas hambatan administratif. S
alah satu program unggulannya adalah Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang ditujukan untuk menghapus praktik penahanan ijazah serta tarikan komite.
"Saya ingin melalui program-program pendidikan Kota Kediri tidak ada lagi angka putus sekolah. Anak-anak ini adalah generasi penerus dan calon pemimpin jadi jangan sampai putus sekolah," tegas Vinanda.
Selain BOSDA, pemerintah kota juga menyediakan beasiswa mulai jenjang SMA hingga S-3, termasuk beasiswa khusus bagi atlet berprestasi.
Program ini dirancang untuk mendukung anak-anak yang memiliki potensi akademik maupun non-akademik agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
"Masih ada atlet berprestasi namun sulit melanjutkan pendidikan. Ini tidak boleh terjadi," kata Vinanda.
Kebijakan lain yang disampaikan adalah larangan wisuda untuk jenjang PAUD hingga SMP. Vinanda menyebut kegiatan ini seringkali menjadi beban finansial bagi orang tua.
"Kalau orang tuanya mampu tidak masalah. Tapi kasihan apabila orang tuanya tidak mampu. Acara pelepasan bisa diganti misalnya dengan doa bersama yang lebih dapat esensinya," jelasnya.
Untuk penerimaan murid baru (SPMB), Mbak Wali menegaskan Kota Kediri akan membuka jalur inklusi di seluruh TK, SD, dan SMP negeri.
Sekolah-sekolah tersebut juga akan menyediakan Guru Pendamping Khusus (GPK) demi memastikan anak-anak disabilitas mendapatkan akses pendidikan yang setara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Anang Kurniawan, turut menambahkan bahwa jalur afirmasi dan inklusi merupakan prioritas utama tahun ini.
Ia menyebut bahwa proses penerimaan anak-anak disabilitas akan melalui assessment oleh psikolog, guna memastikan kesiapan anak dan sekolah.
"Ini terobosan luar biasa dari Mbak Wali. Tahun ini semua TK, SD, dan SMP negeri membuka kuota inklusi," ungkapnya.
| Potensi Rp 700 Miliar per Tahun, Pemkab Kediri Gelar Kontes Koi Akhir Agustus |
|
|---|
| Mas Dhito Bupati Kediri Ajukan 3 Raperda Strategis, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan |
|
|---|
| Mas Dhito Bupati Kediri Serahkan Laporan Keuangan Daerah 2024 ke BPK, Bidik Opini WTP Kesembilan |
|
|---|
| Mas Dhito Bupati Kediri Buka Peluang Kolaborasi dengan Dekopinda, Dorong Koperasi Lebih Eksis |
|
|---|
| Mbak Cicha Kembali Dilantik sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Kediri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Inovasi-vinanda-wali-kota-kediri.jpg)