Ramadan 2025
Perubahan Tradisi Ngabuburit, Mulai dari Gen Baby Boombers Hingga Gen Alpha
Suasana ngabuburit era 80 hingga 90-an terdapat banyak aktivitas bermain bermain layang-layang dan gobak sodor
Penulis: Fajarina Firdausi | Editor: faridmukarrom
TRIBUNMATARAMAN.COM - Inilah tradisi ngabuburit di bulan Ramadhan dari generasi ke generasi. Mulai dari generasi Baby Boombers hingga generasi Alpha.
Ngabuburit merupakan salah satu tradisi yang khas ketika bulan suci Ramadhan tiba. Ngabuburit biasanya dilakukan ketika menjelang waktu berbuka puasa tiba.
Kegiatan ngabuburit sudah ada sejak dulu dan tetap dilakukan hingga sekarang. Namun kegiatan ngabuburit ini sudah mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman.
Setiap generasi tentunya memiliki cara tersendiri dalam mengisi waktu ngabuburit, seperti bermain permainan tradisional, menonton tv, dan aktivitas digital lainnya yang lebih modern.
Baca juga: Negara dengan Puasa Paling Lama dan Paling Singkat, Mana yang Paling Ekstrem?
Pada Artikel ini akan membahas tentang bagaimana tradisi ngabuburit berubah dari masa ke masa. Berikut beberapa tradisi ngabuburit dari generasi baby boombers hingga generasi Alpha:
Ngabuburit Generasi Baby Boombers dan X
Pada zaman dahulu di tahun 1946 hingga 1980, teknologi digital masih belum berkembang pesat. Ngabuburit pada waktu itu, para anak-anak hingga remaja biasanya akan menghabiskan waktu dengan aktivitas di luar rumah, yang melibatkan interaksi langsung dengan masyarakat.
Biasanya mereka akan bermain permainan tradisional, seperti layang-layang, petak umpet, atau gobak sodor.
Selain itu, adapun yang memilih untuk berjalan kaki atau bersepeda keliling kampung, untuk mencari takjil atau hanya sekedar menikmati suasana sore hari sebelum berbuka.
Tak hanya aktivitas di luar rumah dan di jalanan saja yang ramai, di Masjid atau mushollah pun juga dipenuhi banyak orang, untuk mengaji atau mendengarkan cerita keagamaan.
Ngabuburit Generasi Milienial dan Z
Memasuki tahun 90-an dan awal 2000-an, perubahan ngabuburit sudah mulai terasa berbeda seiring berkembangnya teknologi.
Jika pada generasi sebeulumnya teknologi masih belum berkembang pesat. Di era ini teknologi media hiburan sudah hadir, seperti televisi dan radio. Namun teknologi Smartphone masih belum ada.
Para remaja dan anak-anak 90an dan awal 2000-an, biasanya akan menghabiskan waktu sebelum berbuka puasa, dengan menonton televisi yang menampilkan acara spesial Ramadhan seperti kartun Islami, atau sinetron religi.
Selain mengahabiskan waktu di dalam rumah, beberapa dari mereka ada yang mendatangi pasar ramadhan dengan bersepeda atau jalan kaki. Karena di pasar Ramadhan terdapat banyak jajanan takjil khas buka puasa.
| Lebaran 2025, Hampir 187 Ribu Orang Mudik Pakai Kereta Api Lewat Stasiun di Wilayah Daop 7 |
|
|---|
| Ratusan Pengunjung Antusias Berebut Tumpeng Ketupat Cokelat di Kampung Coklat Blitar |
|
|---|
| Dampingi KH Nurul Huda Ploso, Mas Ipin Bupati Trenggalek Sowan Ulama Sambut Hari Raya Ketupat |
|
|---|
| VIDEO - Tahu Kuning Takwa Kediri Diburu Pemudik untuk Oleh-Oleh Lebaran 2025 |
|
|---|
| Pantai Dalegan, Pantai Favorit Warga Gresik Saat Libur Lebaran 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-yuni-gobak-sodor1.jpg)