Pilgub Jatim 2024

Bawaslu dan KPU Beri Jawaban Atas Tuduhan Kubu Risma-Gus Hans Soal Kejanggalan di Pilgub Jatim 2024

Komisioner KPU Jatim, Nur Salam saat dikonfirmasi mengenai kejanggalan Pilgub Jatim 2024 di Surabaya beberapa waktu lalu. Berikut selengkapnya

Editor: eben haezer
IST
Komisioner KPU Jatim, Nur Salam saat dikonfirmasi mengenai kejanggalan Pilgub Jatim 2024 di Surabaya beberapa waktu lalu.  

Sepanjang semua warga menggunakan hak pilih, maka tingkat partisipasi 100 persen bisa saja terjadi.

"Untuk membuktikan kan bisa dilihat absensinya, ada saksinya, PKDnya, ada pemantau. Kan kita bisa lihat di lapangan," ujar Salam. 

Sebelumnya diberitakan, Tim Pemenangan Tri Rismaharini-KH Zahrul Azhar Asumta Gus Hans (Risma-Gus Hans) menganggap ada kejanggalan di ribuan TPS terutama di kawasan Madura pada Pilgub Jatim 2024.

Diantaranya adalah, banyak TPS dengan tingkat partisipasi 100 persen hingga perolehan suara paslon Risma-Gus Hans yang nol di banyak TPS.

Ketua Tim Pemenangan Risma-Gus Hans, KH Imam Bukhori menjelaskan, temuan fakta itu mengindikasikan kejanggalan di ribuan TPS.

Misalnya, 2.801 TPS dengan tingkat partisipasi yang mencapai 90 hingga 100 persen.

TPS ini mayoritas tersebar di Kabupaten Sampang, Pamekasan dan Bangkalan. Khusus di Sampang, terdapat 9 desa yang mencapai 100 persen.

"Pilgub Jatim ini kami anggap banyak anomali dan patut dipertanyakan. Justru data itu kami lihat dari Sirekap KPU," kata Ra Imam, sapaan akrab KH Imam Bukhori saat memberikan penjelasan di kawasan Gubeng Kota Surabaya, Senin (2/12/2024).

Ra Imam menganggap, hal itu sebagai sebuah kejanggalan, apalagi terjadi di kawasan Madura.

Menurutnya, tingkat partisipasi yang tinggi patut disyukuri, namun jika mencapai seratus persen patut dipertanyakan.

Apalagi, masyarakat Madura terkenal banyak yang merantau ke luar daerah. Sehingga, tim pemenangan Risma-Gus Hans menyoroti tingkat partisipasi itu.

Ribuan TPS tersebut disoroti lantaran terdapat selisih pemilih paslon Khofifah-Emil dengan Risma-Gus Hans mencapai 637.176 suara.

Selain TPS dengan tingkat partisipasi yang tinggi, Ra Imam menyoroti 3.637 TPS lantaran suara Risma-Gus Hans mendapat kurang dari 30 suara bahkan mendapat nol.

Hal ini disorot betul lantaran dianggap hampir mustahil, mengingat paslon Risma-Gus Hans memiliki infrastruktur saksi di TPS.

Dari hitungan Tim Pemenangan, dari jumlah TPS itu selisih Risma-Gus Hans dengan petahana Khofifah-Emil 770.917 suara.

Persentase terbesarnya ada di Sumenep, Sampang dan Pamekasan.

"Temuan ini menurut kami ini aneh dan anomali. Karena saksinya saja kan tidak memilih berarti. Ini mustahil," pungkas Ra Imam. 

(Yusron Naufal Putra/tribunmataraman.com) 

editor: Intan Nur Azizah  

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved