Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek
Jadi Daerah Penghasil Ikan, Kabupaten Trenggalek Siap Jalankan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto
Sebagai daerah penghasil ikan, Kabupaten Trenggalek menyatakan siap menjalankan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto
Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
Pemkab Trenggalek juga tengah mendorong kesadaran masyarakat Kabupaten Trenggalek akan tingginya potensi perikanan di Kabupaten Trenggalek di samping pertanian dan peternakan.
Dengan kesadaran tersebut permintaan hasil perikanan akan meningkat sehingga ikan produksi Kabupaten Trenggalek tidak perlu dijual ke luar daerah.
"Dengan adanya makan siang bergizi dari pemerintah, aset dan sumberdaya lokal harus dimanfaatkan sepenuhnya agar nelayan, petani serta peternak mendapatkan multiplayer effect dari program makan siang bergizi yang mengoptimalkan bahan baku lokal," tegasnya.
Mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur tersebut menjelaskan angka konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Trenggalek sebenarnya meningkat setiap tahunnya.
Pada tahun 2021 angka konsumsi kita 31,6 kilogram perkapita, lalu tahun 2022 naik 31,71 kilogram perkapita, dan tahun 2023 naik lagi 41,21 kilogram perkapita pertahun, namun angka tersebut menurut Erma masih bisa dioptimalkan lagi.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Trenggalek adalah dengan menggencarkan sosialisasi Gemar Makan Ikan (Gemarikan), serta memperbanyak komposisi menu berbahan baku ikan dalam menjalankan program makan siang bergizi nanti.
"Konsumsi ikan ini bagus juga dalam mensukseskan program pemerintah pusat yaitu menekan angka stunting anak, karena ikan mengandung protein, zinc dan omega yang bagus dikonsumsi dalam masa pertumbuhan," jelas Erma.
Angka prevalensi stunting anak di Kabupaten Trenggalek sendiri tercatat sudah mengalami penurunan yang signifikan.
Pada tahun 2022 angka prevalensi anak di Kabupaten Trenggalek tercatat berada di angka 7,9 persen. Lalu Pada tahun 2023 turun menjadi 6,6 persen
Angka tersebut jauh di bawah prevalensi stunting nasional yaitu 21,6 persen serta Provinsi Jawa Timur yaitu 19,2 persen.
Termasuk target pemerintah pusat yang mencanangkan angka prevalensi stunting nasional tahun 2024 harus di bawah 14 persen.
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek, juga mencatat setiap tahunnya lebih dari 500 anak di Kota Alen-alen terbebas dari stunting.
Sejumlah inovasi telah dilakukan Pemkab Trenggalek untuk menekan prevalensi stunting terutama intervensi berlapis ketingkat sasaran spesifik salah satunya program yang diinisiasi oleh TP PKK Kabupaten Trenggalek yaitu Dapur Cinta, yaitu pemberian gizi pada Ibu, Baduta (Bayi Di Bawah Dua Tahun) dan remaja wanita agar tidak kekurangan energi kronis (KEK).
Tak hanya itu, Pemkab juga mendorong agar masyarakat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat melalui adipura desa.
Program tersebut efektif karena menurunkan pencemaran lingkungan melalui pengolahan limbah, serta menjaga kebun sebagai sumber kecukupan gizi.
berita terbaru kabupaten Trenggalek
Asta Cita Presiden Prabowo Subianto
kabupaten Trenggalek
tribunmataraman.com
kecamatan Munjungan
Nelayan Hilang di Perairan Munjungan Trenggalek, Perahu Ditemukan Terdampar Tanpa Pemilik |
![]() |
---|
Peras Kepala Desa, Tiga Orang Mengaku Wartawan di Trenggalek Divonis Penjara |
![]() |
---|
Wagub Jatim Emil Dardak Salurkan Bansos Rp 4,2 Miliar untuk Masyarakat Trenggalek |
![]() |
---|
SMA 1 Kampak Trenggalek Disidak Wakil Ketua DPRD Jatim, Tindaklanjuti Demo Siswa soal Iuran |
![]() |
---|
Tak Ada Lagi Honorer, Bupati Mas Ipin Lantik 1.329 PPPK Kabupaten Trenggalek |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.