Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Seorang Pelajar 14 Tahun Tewas Usai Tabrakan Adu Banteng di Depan Makam Syekh Zainal Abidin Kediri

Pelajar usia 14 tahun meninggal dunia setelah mengalami tabrakan adu banteng dengan motor lain di depan makam Syekh Zainal Abidin, Kabupaten Kediri

Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
ist
TKP Kecelakaan di depan makam Syekh Zainal Abidin Kediri, Senin (21/10/2024). 

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Pamenang, tepatnya di depan Makam Syekh Zainal Abidin, Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Senin (21/10/2024) sekitar pukul 18.00 WIB.

Insiden ini melibatkan dua sepeda motor dan mengakibatkan seorang pelajar berusia 14 tahun meninggal dunia.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri, Iptu Budi Winariyanto, menjelaskan kronologi kecelakaan adu banteng antara dua sepeda motor tersebut.

Awalnya, kecelakaan ini bermula ketika sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi AG 6670 ECE yang dikendarai oleh Satria (14), warga Kecamatan Pagu, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah selatan.

Dari informasi dilokasi, Satria bermaksud belok ke timur, namun sepeda motornya terlalu mengambil jalur kanan.

Pada saat yang bersamaan, sepeda motor Yamaha Nmax dengan nomor polisi AG 5084 ECK yang dikendarai oleh Oki Candra Putra (21), seorang mahasiswa asal Desa Sukoharjo, melaju dari arah utara dengan kecepatan tinggi.

"Karena jarak yang terlalu dekat, kecelakaan tak terhindarkan," ungkap Iptu Budi, Selasa (22/10/2024). 

Benturan keras antara kedua kendaraan tersebut mengakibatkan Satria mengalami luka parah. Dia langsung dilarikan ke RS Aura Syifa Kediri, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, penumpang yang dibonceng Fahry Mubarak (14), juga mengalami luka serius dan saat ini masih dalam perawatan intensif.

Lebih lanjut Iptu Budi menuturkan jika pengendara Yamaha Nmax, Oki Candra, juga mengalami luka-luka serius. 

"Oki mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya, namun kondisinya sudah stabil dan masih menjalani perawatan," tambah Iptu Budi.

Polisi menduga kecelakaan ini disebabkan oleh kurangnya kehati-hatian pengendara saat melaju terlalu cepat dan mengambil jalur kanan. Selain itu, kecepatan tinggi dari kedua kendaraan juga memperparah situasi sehingga pengendara tidak sempat melakukan pengereman.

Atas insiden ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, terutama para pengendara sepeda motor, untuk selalu berhati-hati di jalan dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

"Jalan raya, terutama di kawasan yang ramai membutuhkan kehati-hatian ekstra. Kecelakaan ini seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak, mari kita bersama-sama taat dan patuh berlalulintas demi menjaga keselamatan," imbau Iptu Budi.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved