Senin, 27 April 2026

Gerakan Pangan Murah Kediri

Pemkot Kediri Gelar Gerakan Pangan Murah hingga 15 September, Cek Lokasinya

Pemkota Kediri kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/DKPP Kota Kediri
PANGAN MURAH - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah nyata menekan inflasi sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Program ini berlangsung selama 15 hari kerja, mulai 25 Agustus 2025 sampai 15 September 2025. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah nyata menekan inflasi sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Program ini berlangsung selama 15 hari kerja, mulai 25 Agustus hingga 15 September 2025, di 15 kelurahan yang sudah dijadwalkan.

Kegiatan GPM dilaksanakan melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Bagian Administrasi Perekonomian, Bappeda, serta Perum Bulog Cabang Kediri.

Kepala DKPP Kota Kediri, Moh Ridwan, menegaskan bahwa intervensi ini fokus pada komoditas yang harganya masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), terutama beras.

"Seperti kita ketahui harga beras masih tinggi. Karena itu Pemkot bersama TPID dan Bulog sepakat melaksanakan GPM khusus bagi warga ber-KTP Kota Kediri," ujarnya, Jumat (29/8/2025).

GPM digelar secara bergilir di berbagai kelurahan, dimulai dari Bandar Lor pada 25 Agustus, dilanjutkan Ngronggo, Bangsal, Lirboyo, Semampir, hingga berakhir di Kelurahan Pakunden pada 15 September. 

Dengan pola ini, masyarakat di tiap wilayah bisa lebih mudah menjangkau kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Baca juga: Melihat Jamasan Pusaka Hari Jadi Trenggalek 2025, Bupati Mas Ipin Singgung Kondisi Bangsa 

Berbagai bahan pokok tersedia dalam GPM kali ini, mulai dari beras SPHP seharga Rp56.500 per 5 kilogram, minyak goreng merek Minyak Kita Rp15.000 per liter, telur ayam ras Rp24.000 per kilogram, hingga sayuran segar hasil panen Kelompok Wanita Tani seharga Rp5.000 per paket. 

Selain itu, tersedia cabai, bawang merah, bawang putih, hingga ikan lele dari kelompok pengolah hasil perikanan.

"Untuk beras medium SPHP, kami bersama Bulog mengalokasikan dua ton di setiap titik GPM. Harapannya, penyerapan beras lebih lancar dan daya beli masyarakat tetap terjaga," jelas Ridwan.

Ia menambahkan, pemerintah ingin memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau sehingga masyarakat tidak khawatir dengan lonjakan harga.

"Kami ingin warga bisa dengan mudah memperoleh beras, minyak, telur, dan sayuran tanpa terbebani harga yang memberatkan," katanya.

Melalui GPM, Pemkot Kediri berharap upaya bersama lintas sektor ini tidak hanya menekan inflasi, tetapi juga menumbuhkan rasa tenang di tengah masyarakat.


(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved