Berita Terbaru Kabupaten Kediri
Biawak 1,5 Meter Bersarang di Plafon Rumah Warga Pare Kediri
Diduga Lapar Hendak Cari Mangsa, Biawak 1,5 Meter Bersarang di Plafon Rumah Warga Pare Kediri
Penulis: Isya Anshori | Editor: Rendy Nicko
TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Seekor biawak berukuran cukup besar membuat penghuni rumah di Perumnas Taruna Kelurahan Pare Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, was-was. Reptil sepanjang sekitar 1,5 meter itu diketahui berada di dalam plafon rumah milik seorang warga bernama Jetti.
Keberadaan biawak tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas Damkar Kabupaten Kediri untuk segera dilakukan evakuasi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Laporan diterima petugas pada Minggu (14/6/2026) sore. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Damkar Pos Pare langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan pihaknya menerima permintaan bantuan dari pemilik rumah yang khawatir dengan keberadaan biawak di dalam plafon bangunan.
Baca juga: Setelah Ziarah Hari Ini, Megawati akan Resmikan Patung Bung Karno di Istana Gebang Kota Blitar Besok
Petugas kemudian berangkat menuju lokasi sekitar pukul 16.05 WIB dan tiba di tempat kejadian pada pukul 16.18 WIB.
"Setelah menerima laporan dari warga, petugas Damkar Pos Pare langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan evakuasi. Keselamatan warga menjadi prioritas dalam setiap penanganan," ucap Kaleb.
Sesampainya di lokasi, petugas melakukan penyisiran pada bagian plafon rumah untuk memastikan posisi satwa tersebut. Proses pencarian dilakukan dengan hati-hati mengingat ruang gerak yang terbatas.
Tidak berselang lama, petugas berhasil menemukan keberadaan biawak yang bersembunyi di dalam plafon rumah. Reptil itu kemudian dievakuasi menggunakan peralatan khusus.
Dalam proses penangkapan, petugas menggunakan sarung tangan pelindung dan tongkat ular untuk mengamankan satwa tersebut sesuai prosedur operasional standar.
"Petugas berhasil menemukan dan menangkap biawak tersebut dalam kondisi aman. Proses evakuasi dilakukan sesuai SOP sehingga tidak membahayakan warga maupun petugas," jelas Kaleb.
Evakuasi berlangsung sekitar 22 menit dan berhasil diselesaikan pada pukul 16.40 WIB. Seekor biawak berhasil diamankan tanpa kendala berarti.
Berdasarkan identifikasi petugas, biawak yang dievakuasi memiliki panjang sekitar 1,5 meter dengan berat kurang lebih 4 kilogram.
Kaleb mengungkapkan, kemunculan biawak di kawasan permukiman dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti mencari makan, tempat berlindung, maupun berpindah habitat akibat perubahan kondisi lingkungan di sekitar.
Baca juga: Pola Asuh Jadi Faktor Utama Stunting di Kediri, Dinkes Catat Angka Turun Jadi 7,65 Persen
Kaleb mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap sendiri satwa liar yang masuk ke dalam rumah karena berpotensi menimbulkan risiko cedera maupun kerusakan.
"Apabila warga menemukan hewan liar yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan aman dan sesuai prosedur," imbaunya.
Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Petugas memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan situasi kembali aman setelah biawak berhasil diamankan dari plafon rumah warga.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)
| Pola Asuh Jadi Faktor Utama Stunting di Kediri, Dinkes Catat Angka Turun Jadi 7,65 Persen |
|
|---|
| Angkatan Pertama Boarding School Kediri Lulus, 73,21 Persen Siswa Diterima PTN |
|
|---|
| Ruwat Agung Soekarno Digelar di Ndalem Pojok Kediri, Kenang Lahirnya Nama Sang Proklamator |
|
|---|
| PCNU Kediri Kirim Surat Penolakan ke Pemkab, Wacana Sekolah Lima Hari di Berlanjut |
|
|---|
| Pemkab Kediri Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Jadi Acuan Penyusunan Kebijakan dan Potensi Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Petugas-Damkar-Kabupaten-Kediri-evakuasi-biawak-Minggu-1462026.jpg)