2 Tahun Tragedi Kanjuruhan

Peringatan 2 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Akan Menggelar Tahlil dan Doa Bersama

Arema FC memperingati 2 tahun Tragedi Kanjuruhan dengan menggelar tahlilan dan doa bersama pada 1 Oktober 2024. 

Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/samsul hadi
Ilustrasi: Doa bersama mengenang tujuh hari Tragedi Kanjuruhan yang digelar Aliansi Suporter Blitar di Alun-alun Kota Blitar, Jumat (7/10/2022) 

TRIBUNMATARAMAN.COM | MALANG - Arema FC memperingati 2 tahun Tragedi Kanjuruhan dengan menggelar tahlilan dan doa bersama pada 1 Oktober 2024

Peringatan 2 tahun Tragedi Kanjuruhan ini akan dihadiri perwakilan operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar mengenang ratusan korban, tetapi juga menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat sepak bola Indonesia.

 "Kami ingin menjadikan momen ini sebagai titik balik bagi sepak bola Indonesia. Kami semua harus belajar dari tragedi ini dan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih aman dan bermartabat," ucapnya.

Baca juga: 2 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Dian Puspita Masih Kehilangan Ingatan Jangka Pendek

Selain acara tahlil dan doa bersama yang digelar oleh Arema FC, Aremania juga memiliki tiga agenda untuk memperingati dua tahun Tragedi Kanjuruhan.

Kegiatan dari Aremania ini terkoordinir di dua wilayah.

Malam ini, tepatnya 30 September 2024 akan ada kegiatan doa bersama yang dilakukan oleh Aremania dari komunitas Curva Sud Arema.

Kegiatan itu akan dilakukan di Jalan Pattimura Kota Malang.

Lalu pada 1 Oktober 2024, di lokasi yang sama pula, ada kegiatan khitanan massal.

Berlanjut pada sore harinya, tepatnya pada ba'da Ashar akan ada kegiatan Doa Bersama di Stadion Kanjuruhan Malang.

Doa bersama ini juga akan diikuti oleh segenap keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

"Kami berharap, dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini, semangat persatuan di antara seluruh pecinta sepak bola Indonesia semakin kuat,"

"Kami harus terus berjuang bersama-sama untuk mewujudkan sepak bola Indonesia yang lebih baik," ujarnya.

DIa menegaskan, Arema FC berkomitmen untuk terus berbenah dan belajar dari peristiwa pahit tersebut.

Inal pun menyadari, bahwa seluruh komponen sepak bola, termasuk klub, memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan keselamatan penonton. 

Dengan kembali berlaga di Stadion Kanjuruhan akhir tahun ini, Arema FC siap untuk bersinergi dengan pihak lain dalam menerapkan standar keamanan yang lebih baik.

“Kami mengajak semua pihak, termasuk keluarga korban, Aremania, pemerintah, federasi, dan operator liga, untuk bersatu dan berkomitmen dalam menciptakan lingkungan sepak bola yang aman dan nyaman,"

"Kolaborasi yang erat adalah kunci untuk mencegah terulangnya tragedi serupa,” ungkapnya.

Kembalinya Arema FC ke Kanjuruhan menurut Inal, akan menjadi tonggak sejarah baru.

"Kami akan memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia telah berubah menjadi lebih baik," tandasnya.

(rifky edgar/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved