Berita Terbaru Kota Surabaya

Walikota Eri Cahyadi Melarang Siswa-Siswi SD sampai SMP Study Tur Luar Kota

Pemkot Surabaya kembali menegaskan larangan adanya study tour luar kota surabaya bagi siswa-siswi SD-SMP

|
Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/bobby c koloway
Pemkot Surabaya kembali menegaskan larangan adanya study tour luar kota surabaya bagi siswa-siswi SD-SMP. Foto Eri Cahyadi yang sedang berada di Balai Kota Surabaya 

"Jadi misalkan penampilan kelas 9A, 9B, itu sebagai bentuk kenangan anak-anak selama sekolah 3 tahun di sekolah tersebut," ujar dia.

Ia juga menyatakan bahwa MKKS SMP Negeri akan selalu berkoordinasi dengan sekolah-sekolah untuk memastikan imbauan ini dipatuhi. Ia berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan kegiatan perpisahan yang berkesan dan bermanfaat bagi para siswa.

Berbeda dengan Dinas Pendidikan Surabaya, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur tidak melarang sekolah di Jatim mengadakan study tour.

Namun, ada beberapa aturan yang harus dipenuhi sekolah apabila hendak melakukan study tour.

Kepala Dispendik Jatim, Aries Agung Paewai secara tegas mengatakan tidak akan melarang kegiatan study tour.

Pasalnya kegiatan study tour biasanya merupakan upaya sekolah mengenalkan perguruan tinggi negeri (PTN) dan jurusan di luar daerah.

Namun, ia berharap agar kegiatan study tour diutamakan bisa dilakukan di dalam wilayah Jawa Timur saja.

Menurutnya, banyak perguruan tinggi di Jawa Timur yang maju dan berkembang serta sudah memiliki lulusan yang berhasil dan sukses termasuk memiliki ranking yang cukup tinggi baik di tingkat internasional maupun nasional.

"Apabila memang tidak ada di Jawa Timur maka boleh melaksanakan study tour di luar Jatim asalkan punya target sasaran dan manfaat yang jelas, (Kami) tidak melarang tapi harus dibuat SOP yang jelas dan lengkap serta pengawasan yang melekat dari guru dan sekolah serta laporan berjenjang sampai ke dinas pendidikan," tegas Aries.

Pembuatan SOP sendiri, lanjut Aries, harus meliputi rapat bersama orang tua siswa dan sekolah, penentuan lokasi studi tour yang menghasilkan outcome bagi siswa dan sekolah.

Kemudian pendanaan, transportasi yang layak jalan dan driver yang berkompoten.

Berikutnya mengatur soal akomodasi selama perjalanan, pelaporan berjenjang dari cabdin hingga bidang SMa/SMK terkait dan terakhir kepada kepala dinas.

"Terakhir yang terpenting fokus studi tour telah mendapatkan rekom untuk diterima," Ujarnya.

(Bobby Koloway/Tribunmataraman.com)

Editor: Ananda Noval (MG1)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved