Pilkada Ponorogo 2024

Pilkada Ponorogo 2024: Banner Sugiri Sancoko Makin Bertebaran, Sinyal Kuat Maju Lagi?

Sebulan terakhir, banner bergambar Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko makin banyak bertebaran Kabupaten Ponorogo. Sinyal kuat maju lagi?

Editor: eben haezer
Pramita Kusuma
Salah satu banner bergambar Sugiri Sancoko yang terpasang di salah satu sudut kabupaten Ponorogo 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Sebulan terakhir, banner bergambar Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko makin banyak bertebaran Kabupaten Ponorogo. 

Seperti di perempatan Pabrik Es, perlumaan sukowati, perempatan padar legi, pertigaan ngepos. Lalu ada di perempatan Tonatan, perempatan bundaran.

Banner tersebut bermacam-macam isinya. Salah satunya bergambar Kang Giri—sapaan akrab—Sugiri Sancoko menggunakan baju koko berwarna putih.

Banner itu bertuliskan: Marhaban Ya Ramadan Selamat Menunaikan Ibadah Ramadan dan Selamat Hari  Idul Fitri 1445 H/2024. Mohon Maaf Lahir dan Batin. 

Di bawahnya bertuliskan: Panggah Kang Giri Cintamu Pada Freen. Lanjutkan. #Relawangardarilis #Mengawalkebaikan #PonorogoHebat

Banner lainnya memperlihatkan Kang Giri mengenakan baju warok, busana khas lelaki di Ponorogo.  Banner itu bertuliskan: Sing Apik Ayo Diteruske. Sing Kurang Ayo Dibenakne. #RongPeriode #PisanKas #KuduMindo #MilennialPonorogo #MilennialIndonesia

Lalu yang ketiga Kang Giri menggunakan baju santai dengan rompi berwarna merah, bertuliskan: Militan Kami Tidak Bisa Dibeli, Sekali Tetap Kang Giri.

Ketika dikonfirmasi, Kang Giri memilih irit bicara. Terkesan enggan membicarakan soal politik di masa Lebaran Idul Fitri 1445 hijriah ini. 

“Saya sudah tahu, tapi belum waktunya bicara. Sudahlah, jangan bicara politik saja, saya mau lebaran dulu," katanya, Senin (22/4/2024)

Ketika ditanya siapakah yang memasang, orang nomor satu di bumi reog ini juga tidak tahu. Apakah relawan atau bukan, Kang Giri tidak tahu.

“Katanya sih relawan. Tetapi belum pamit aku,” kata Kang Giri.

Ketika ditanya potensi maju sebagai Bupati lagi? Dia menjawab semua tergantung permintaan warga. Juga permintaan kyai.

“Tergantung dawuh e kyai. Baik dari Nahdatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah,” pungkasnya.

(pramita kusumaningrum/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved