Pilkada Banyuwangi 2024

Pilkada Banyuwangi 2024: Sekjen Projo Tolak Tawaran Golkar Jadi Bakal Calon Bupati Banyuwangi

Sekjen Projo, Handoko menolak tawaran DPD Golkar Jatim, untuk menjadi Bakal Calon Bupati Banyuwangi 2024

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
ist
Sekjen Projo, Handoko, saat hadir sebagai narasumber podcast Tribunjatim Network 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Sekjen Pro Jokowi (Projo), Handoko ditawari oleh DPD Partai Golkar Jatim untuk menjadi bakal calon bupati Banyuwangi.

Namun, Handoko belum bersedia menerima tawaran tersebut dan memilih fokus bekerja di Jakarta.

Dalam dialog bersama Tribun Jatim Network yang diunggah di kanal Youtube jaringan Tribunnews, Sabtu (20/4/2024), Handoko menyampaikan terima kasih atas usulan tersebut. Ia menganggapnya sebagai apresiasi atas kiprahnya di ranah politik.

"Saya sampaikan, saya tidak terbiasa dengan isu-isu lokal dan saya punya tugas-tugas besar di Jakarta," kata pria yang juga Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) itu.

Handoko mengatakan, ia mendapat surat usulan dari DPD Golkar Jatim pada akhir Ramadan lalu. Surat usulan itu bersamaan dengan undangan berbuka bersama dengan DPP Golkar.

Namun, Handoko tak bisa menghadiri undangan tersebut karena baru saja bertolak dari Jakarta menuju Banyuwangi, yang notabene merupakan kampung halamannya.

Handoko juga merasa posisinya sebagai kader Partai Golkar juga masih seumur jagung. Ia mendadak menjadi kader partai berlogo pohon beringin itu sesaat sebelum Pileg 2019. Handoko juga sempat maju sebagai caleg untuk dapil Jatim III yang wilayahnya termasuk Banyuwangi.

Meski, Handoko gagal melaju ke Senayan. Partai Golkar hanya berhasil mengantarkan satu kadernya dari dapil Jatim III sebagai anggota DPR RI periode mendatang. Sementara Handoko menduduki peringkat kedua di Partai Golkar.

Selain itu, Handoko juga mengaku belum bertemu secara langsung dengan Ketua DPD Partai Golkar Jatim dan Ketum Projo terkait pengusulan namanya sebagai bacabup Banyuwangi.

"Ini kan masih jauh. Saya jujur sampai hari ini, karena belum balik ke Jakarta, belum tatap muka dengan Pak Sarmuji dan belum ngobrol dengan Ketum Projo," ujarnya.

Menurutnya, masuknya namanya dalam bursa bacabup Banyuwangi bukan urusan pribadi. Tapi menyangkut posisi Golkar dan Projo.

"Tapi jujur kalau saya boleh memilih secara personal, saya lebih memilih di Jakarta," lanjutnya.

(aflahul abidin/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer


 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved