Pemilu 2024

Kata KPU Soal Viral Video Kecurangan Pemilu di Sampang yang Menyebut Surat Suara Sudah Tercoblos

KPU Sampang menjelaskan soal video viral dugaan kecurangan Pemilu 2024 yang menyebut surat suara sudah tercoblos semalam sebelum pemungutan suara

Editor: eben haezer
ist
tangkapan layar video kericuhan antara warga dan penyelenggara Pemilu 2024 di Desa Gunung Kesan, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura, pada (13/2/2024) malam. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Kericuhan terjadi di Desa Gunung Kesan, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura antara warga dan penyelenggara Pemilu 2024, kemarin (13/2/2024) malam.

Bahkan, suasana tegang itu sempat diabadikan oleh warga setempat melalui video hingga beredar luar di Grup WhatsApp (GWA).

Berdasarkan video yang beredar, permasalahan diduga disebabkan adanya kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2024, tepatnya surat suara sudah tercoblos sebelum pelaksanaan pemungutan suara.

Baca juga: Kronologi Dugaan Kecurangan Pemilu 2024 di Sampang Madura: Warga Marah Karena Tak Dapat Form C6

Ketua KPU Sampang, Addy Imansyah membenarkan bahwa memang ada kericuhan. 

Namun terkait informasi bahwa surat suara sudah tercoblos di malam itu, dia menyatakan infomasi itu hoax. 

"Setelah ditelusuri dan didalami ke lokasi beberapa saat kemudian bersama TNI/Polri, kami jelaskan bahwa itu narasi hoaks dan hanya kesalahpahaman semata," ujarnya, Rabu (14/2/2024).

Dirinya menceritakan fakta sebenarnya dalam peristiwa itu, dimana awalnya beberapa orang mendatangi KPPS yang saat itu sedang mendirikan TPS sekitar 20.00 wib.

Kedatangan mereka karena menduga atau mengira surat suara sudah dicoblos, namun sekalipun KPPS sudah menjelaskan aktivitasnya yakni, mendirikan TPS, para warga tidak menghiraukan penjelasan tersebut.

Kemudian, sejumlah warga itu membawa perlengkapan pemungutan suara berupa bilik suara sebanyak 4 buah, bahkan membawa 3 anggota KPPS.

"Setelah dimediasi, akhirnya bilik suara dan KPPS dilepaskan," terangnya.

Ia menambahkan, beberapa saat setelah dilepas, KPPS langsung melanjutkan pendirian TPS yang tertunda, dan memastikan keamanan dan keutuhan kotak suara serta bersiap melaksanakan pemungutan suara sesuai jadwal.

Atas peristiwa itu, KPU Sampang mengecam tindakan kekerasan verbal tersebut karena menghambat tahapan Pemilu 2024.

"Termasuk juga menyisakan trauma psikis bagi korban (anggota KPPS," pungkasnya.

(hanggara pratama/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved