Tragedi Kanjuruhan
Viral Gas Air Mata Disebut Tak Mematikan, Warganet Ngamuk Soal Penjelasan Kadiv Humas Polri
Diketahui viral penjelasan polisi soal Gai Air Mata yang dianggap tak mematikan dan sudah banyak direpost oleh warganet 33,7 ribu di Twitter.
TRIBUNMATARAMAN.COM - Polisi kembali trending Twitter buntut penjelasan soal Gas Air Mata tidak menyebabkan seseorang meninggal dunia.
Diketahui viral penjelasan polisi soal Gai Air Mata ini sudah banyak direpost oleh warganet 33,7 ribu.
Mereka mempertanyakan dan mengecam soal penjelasan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo soal pengunaan Gas Air Mata.
Bahkan sejumlah netizen menyuarakan agar ada anggota polisi yang berad di Tribun untuk ditembak gas air mata.
Baca juga: Para Tersangka Tragedi Kanjuruhan Mulai Diperiksa Polda Jatim Hari Ini
Baca juga: Tiga Hari Berturut-turut Trenggalek Dihempas Bencana, Ratusan Bangunan Rusak
Baca juga: Pemkab Kediri Minta Pembangunan Jembatan Ngadi Dikebut
"Yok Bisa yok 40 ribb polisi di Tribun Stadion, ditembak gas air mata buat tester.. yok polisi kuat yok" tulis warganet @Raffnightlife.
"Yok dicoba ke polisinya distadionyg sama. akses keluar ditutup dengan jumlah polisi sama banyaknya denga penonton yang hadir. apakah benar tidak mematikan." tulis @Azka Ramadhana.
"Padahal ada anggota polisi yang berada di tribun juga tewas. mungkn bintangnya terlalu berat sampe logikany keteteran." tulis @Pertiwi kolaps.
Penjelasan Polisi Soal Gas Air Mata
Polri memastikan gas air mata bukan senjata yang mematikan. Hal ini untuk menjawab penggunaan gas air mata yang disebut menyebabkan 131 orang meninggal dunia dalam Tragedi kanjuruhan.
Untuk menguatkan pernyataannya, bahwa gas air mata tidak mematikan, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo merujuk keterangan pakar dari Universitas Pertahanan dan Universitas Indonesia, serta Universitas Udayana.
Pertama, Dedi mengutip keterangan dari Guru Besar Taksikolgi Universitas Udayana Profesor I Made Agus Gelgel Wirasuta.
Berdasarkan Gelgel Wirasuta, gas air mata dapat menimbulkan perih mata, hidung dan mulut yang akan langsung bereaksi jika terpapar, namun tidak ada toksisitas yang mengakibatkan kematian.
"Profesor Made Gelgel menyampaikan dalam gas air mata tidak ada racun yang mengakibatkan matinya seseorang," kata Dedi, dikutip dari Antara, Senin (10/10/2022).
Dari hasil keterangan pakar dan para dokter, lanjut Dedi, gas air mata ini dampaknya terjadi iritasi pada mata, kulit dan pernafasan.
Ketika kena gas air mata mengenai mata, maka akan terjadi iritasi. Sama seperti ketika terkena air sabun, terjadi perih, tetapi beberapa waktu bisa sembuh dan tidak mengakibatkan fatal.