Berita Trenggalek

Tiga Hari Berturut-turut Trenggalek Dihempas Bencana, Ratusan Bangunan Rusak

Selama tiga hari, kabupaten Trenggalek diterjang bencana alam. Akibatnya ratusan bangunan rumah rusak.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/aflahul abidin
Rumah seorang warga yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Senin (10/10/2022) 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Bencana banjir dan tanah longsor terjadi bertubi-tubi selama tiga hari di Kabupaten Trenggalek.

Mulai Sabtu (8/10/2022) hingga Senin (10/10/2022), Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek mencatat banjir sempat merendam 22 desa di 6 kecamatan.

Keenam kecamatan itu ialah Trenggalek, Karangan, Pogalan, Panggul, Gandusari, dan Watulimo.

Sementara tanah longsor menyebar di 38 desa di 8 kecamatan.

Baca juga: Pembersihan Material Sisa Banjir Bandang Watulimo Trenggalek Bakal Butuh Waktu Berhari-hari

Rumah yang rusak akibat diterjang banjir bandang di Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur.
Rumah yang rusak akibat diterjang banjir bandang di Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur. (tribunmataraman.com/aflahul abidin)

Rinciannya, Kecamatan Panggul, Bendungan, Dongko, Watulimo, Suruh, Munjungan, Kampak, dan Pule.

"Tanah longsor dalam tiga hari terakhir merusak 106 bangunan, baik rumah warga maupun fasum (fasilitas umum)," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Trenggalek Tri Puspitasari, Selasa (11/10/2022).

BPBD, kata Puspitasari, mengerahkan seluruh tim dari berbagai unsur untuk menangani seluruh bencana yang terjadi.

Proses penanganan melibatkan seluruh pihak. Selain petugas kebencanaan, masyarakat dan aparat juga bergotong-royong untuk mengatasi dampak bencana.

Baca juga: 400 Kepala Keluarga Terdampak Banjir Bandang di Watulimo Trenggalek 

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Watulimo Trenggalek, Rumah-rumah Rusak Berat

Puspitasari menyebut, keuangan pemda masih menyukupi untuk penanganan bencana itu.

BPBD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya telah menggelar rapat bersama untuk membahas hal itu.

Pemkab, kata dia, akan memakai anggaran dari belanja tidak terduga dari lintas OPD.

"Untuk anggaran, masing-masing OPD masih melakukan verifikasi. Dalam waktu tidak lama, akan tersedia," sambung dia.

BPBD Trenggalek juga telah mengajukan permintaan bantuan sembako dan makanan cepat saji kepada BPBD Provinsi Jawa Timur.

"Nanti siang bantuan itu sudah ready di Trenggalek," pungkasnya.

(aflahul abidin/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved