Berita Nganjuk

BPBD Nganjuk Belum Bisa Realisasikan Pembangunan Rumah Untuk Puluhan Korban Tanah Longsor di Ngetos

BPBD Kabupaten Nganjuk belum dapat merealisasi pembangunan 48 unit rumah korban bencana tanah longsor di lokasi relokasi.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Musibah Tanah longsor di Dusun Selopuro Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Sekitar 9 rumah warga tertimbun tanah longsor yang terjadi pada Minggu (14/2/2021) malam. 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk belum dapat merealisasi pembangunan 48 unit rumah korban bencana tanah longsor di lokasi relokasi.

Pasalnya, hingga kini dana pembangunan unit rumah korban tanah longsor dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) belum cair meski telah disetujui Pemerintah Pusat.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Nganjuk, Abdul Wakid menjelaskan, anggaran pembangunan rumah korban tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk sebenarnya telah disetujui sebesar Rp 50 juta per unit.

Dengan demikian total anggaran pembangunan rumah korban tanah longsor di tempat relokasi mencapai sekitar Rp 2,4 miliar.

"Semua dana tersebut bersumber dari APBN melalui BNPB untuk membangun rumah bagi para korban tanah longsor yang terjadi pada tahun 2021 lalu," kata Abdul Wakid, Senin (29/8/2022).

Kata Abdul Wakid, untuk anggaran pembangunan rumah warga korban tanah longsor tidak ada yang dari APBD Kabupaten Nganjuk. Semuanya murni ditanggung dari APBN.

Diakui Abdul Wakid, dengan alokasi anggaran pembangunan rumah bagi warga korban tanah longsor sebesar Rp 25 juta per unit tersebut dirasakan masih kurang. Setidaknya, dengan anggaran sebesar tersebut hanya bisa untuk membangun rumah sederhana untuk hunian.

Oleh karena itu, ungkap Abdul Wakid, nantinya setelah rumah hunian yang dibangun BPBD dengan anggaran dari APBN tersebut selesai dan diserahkan kepada warga serta telah diaudit oleh BNPB, maka warga bisa melalukan perbaikan rumahnya sesuai dengan yang diinginkan,

"Artinya, pembangunan unit rumah bagi para korban tanah longsor di tempat relokasi akan dibangun menyesuaikan dengan plafon anggaran yang diberikan," tandas Abdul Wakid.

Hanya saja, tambah Abdul Wakid, para korban tanah longsor harus bersabar dahulu karena pembangunan rumah belum bisa dimulai sekarang ini karena anggaran belum turun.

Yang dilakukan sekarang ini masih dalam tahap penataan tempat relokasi dengan membangun fasilitas umum yang dibutuhkan warga, mulai dari pembangunan jalan dan saluran irigasi serta lainnya.

"Tentunya kami berharap anggaran rumah hunian bagi korban tanah longsor bisa segera turun sehingga pembangunan bisa segera dilakuakn dan diselesaikan untuk secepatnya diserahkan kepada warga," tutur Abdul Wakid. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved