Berita Tulungagung

Permintaan Rumah Masih Tinggi, Pengembang di Tulungagung Semakin Kesulitan Lahan

Pemintaan rumah untuk MBR di Kabupaten Tulungagung sebenarnya tinggi. Namun para pengembang terkendala mahalnya harga tanah di Tulungagung

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengunjungi salah satu stan Expo Perkim Tulungagung.  

"Jadi antara keinginan (konsumen) dan idealnya tidak ketemu," tandasnya.

Sementara Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, mengatakan back log atau kebutuhan perumahan 2020 sebanyak 99.935 unit.

Tahun 2021 dilakukan upaya intervensi, namun hanya bisa memenuhi sekitar 10 persennya saja.

Sehingga saat ini masih ada kekurangan  sekitar 87.833 unit.

"Perumahan ini adalah salah satu kebutuhan primer, selain sandang dan pangan. Karena itu harus kita penuhi," ujarnya.

Karena itu Bupati mengajak para pengembang untuk ikut serta menyediakan perumahan MBR.

Pemkab Tulungagung akan mempermudah semua perizinan perumahan MBR.

Pemkab juga mengupayakan perumahan layak huni bagi masyarakat miskin lewat program bedah rumah.

Maryoto mengungkapkan, pihaknya juga mengajukan permohonan  Rumah Sederhana Sewa (Rusunawa) ke  pemerintah pusat.

Rusunawa diharapkan bisa menjadi salah satu solusi kekurangan perumahan warga.

Saat ini sudah ada dua Rusunawa di tanah milik Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung.

"Harapannya para penyewa ini jika keluar dari Rusunawa bisa belu rumah sendiri," pungkasnya. (David Yohanes)  

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved