Misteri Kematian Brigadir Yosua

Nasib dan Status Hukum Putri Candrawathi di Ujung Tanduk, Apakah Akan Menyusul Ferdy Sambo ?

Nasib Putri Candrawathi saat ini tergantung dari Tim Khusus bentukan Kapolri Jenderel Listyo Sigit Prabowo.

Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Anas Miftakhudin
Kolase Istimewa
Brigadir J dan Putri Candrawathi istri Irjen Ferdy Sambo 

Dua laporan itu terkait dengan dugaan pelecehan seksual terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawati dan percobaan pembunuhan terhadap Brigadir Richard Eliezer alias Bharada E di rumah dinas Ferdy Sambo di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Berdasarkan hasil gelar perkara tadi kedua perkara ini kita hentikan penyidikannya karena tidak ditemukan peristiwa pidana," kata Andi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/8/2022).

Putri Candrawathi Masih Menangis

Terakhir kali, Ketua Rukun Tetangga (RT) RT 07 RW 02 Jalan Saguling, Kompleks Pertambangan, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Yosef, melihat Putri Candrawathi menangis di rumahnya pada Rabu (10/8/2022) lalu.

Saat itu Yosef mendampingi penyidik dari Mabes Polri menggeledah rumah pribadi Putri Candrawathi.

"Iya dia menangis terus di kamar, susah kita berkomunikasi," kata Yosef.

Menangis Saat Pertama Kali Ditemui Komnas Perempuan

Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriyani menemui Putri di kediamannya pada 16 Juli 2022 lalu saat awal-awal kasus tewasnya Brigadir J terungkap.

Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi mengatakan saat itu istri mantan Kadiv Propam tak mampu menceritakan perihal peristiwa yang dialaminya.

"Yang datang saat itu adalah Ketua Komnas Perempuan Kak Andian Triani, menemui dan berkomunikasi dengan Ibu P (Putri) di ruang tidur beliau ya dan memang kondisinya beliau masih sangat terpukul shock dan belum mampu menyampaikan atau menceritakan pengalaman traumatik yang dialami," kata Siti di Kantor Komnas Perempuan, Jakarta, Rabu (3/8/2022) lalu.

Siti menegaskan saat itu kedatangan Komnas Perempuan bukan dalam kapasitas mencari informasi namun memberikan dukungan.

"Pada saat itu tujuan Komnas Perempuan tidak untuk mencari informasi atau seterusnya tapi untuk memberikan support bahwa beliau tidak sendiri," ujar Siti Aminah Tardi.

Pertama Kali Tampil

Untuk pertama kalinya, Putri Candrawathi atau PC muncul di depan publik saat mendatangi Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Minggu (7/8/2022) lalu.

Kedatangan Putri ke Mako Brimob untuk membesuk suaminya Ferdy Sambo.

Namun Putri tidak diperbolehkan masuk Mako Brimob.

Kepada awak media, Putri Candrawathi terlihat menangis saat mengutarakan terkait kondisi yang dialami keluarganya saat ini.

Dia datang didampingi anak dan kuasa hukumnya.

Putri menyatakan kalau dirinya mencintai dan mempercayai sang suami, Irjen pol Ferdy Sambo.

"Saya Putri bersama anak-anak saya mempercayai dan tulus mencintai suami saya," kata PC awak media saat menyambangi Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Pendapat berbeda dikemukakan Muhammad Boerhanuddin.

Saat masih menjadi Kuasa hukum Bharada E, dia menyebut Putri Candrawathi telah menangis sejak perjalanan dari Magelang.

Boerhanuddin mengungkapkan Putri mulai menangis sejak dari rumah yang berada di Magelang.

Namun terkait apakah rumah yang dimaksud rumah pribadi atau rumah dinas, Burhanuddin tidak menjelaskan secara detil.

Burhanuddin mengatakan hal ini didapatnya dari pengakuan Bharada E.

"Yang dicerita (Bharada E bercerita -red) itu ada masalah. Ibu Putri nangis-nangis dari Magelang. Nangis-nangis dari rumah itu (rumah di Magelang)," tuturnya dalam Hotroom di YouTube metrotvnews, Rabu (10/8/2022) lalu.

Selain itu, Boerhanuddin yang kini diberhentikan sebagai kuasa hukum Bharada E itu mengungkapkan bahwa tidak ada pelecehan yang dialami oleh Putri Candrawathi di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan berdasarkan pengakuan Bharada E.

Saran dari LPSK

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyarankan Putri Chandrawathi untuk mencari teman dan membangun kembali rasa percaya diri.

Saran ini dilontarkan Ketua LPSK Hasto Atmojo karena sampai saat ini belum ada progres terkait keterangan dari Putri Chandrawathi.

“Belum ada progres dari Ibu PC. Jadi sampai sekarang belum bisa mendapatkan keterangan apa pun dari Ibu PC. Untuk sementara kami menyimpulkan bahwa Ibu PC ini memang tidak memerlukan layanan perlindungan dari LPSK,” ujar Hasto dalam keterangannya kepada Jurnalis Kompas TV, Jumat (12/8/2022).

Menurut Hasto, LPSK juga ingin menggali temuan apakah permohonan perlindungan tersebut atas inisiatif sendiri atau memang dilakukan oleh orang lain.

Namun, upaya LPSK masih terganjal kondisi Putri Chandrawathi yang sampai saat ini masih sulit diajak berkomunikasi.

LPSK ingin membangun komunikasi walaupun tanpa bertemu untuk membangkitkan kepercayaan Putri Chandrawathi sehingga bisa bercerita.

“Dalam posisi sekarang sulit memberikan perlindungan karena tak ada keterangan dan kejelasan. Barangkali Ibu PC butuh kawan curhat untuk membangun kepercayaan diri. Saya mengimbau kepada teman-teman bantu mendorong Ibu PC memulihkan kondisi,” ucapnya.

Sebelumnya, LPSK telah menerima permohonan perlindungan dari Putri Candrawathi pada 15 Juli lalu.

Apabila asesmen dan investigasi melewati masa perpanjangan satu bulan, LPSK bisa saja menolak permintaan untuk permintaan perlindungan istri Irjen Ferdy Sambo. (Tribunnews)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved