Haji 2026
Seluruh CJH Tulungagung Dinyatakan Mampu, Satu Orang Sempat Kena Stroke
Seluruh Calon Jamaah Haji Tulungagung Dinyatakan Istitaah atau Mampu, Satu Orang Sempat Kena Stroke
Penulis: David Yohanes | Editor: Rendy Nicko
TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Sejumlah 1.155 calon jemaah haji dari Kabupaten Tulungagung telah dinyatakan istitaah (mampu) berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan.
Namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mengelompokkan, 32 persen dari calon jemaah haji masuk dalam risiko tinggi (Risti).
Sementara 44 persen jemaah yang akan berangkat ke tanah suci merupakan kelompok lanjut usia (lansia).
“Kami terus memantau kesehatan calon jamaah haji sampai keberangkatan. Semua masih dalam kondisi istitaah,” jelas Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, dr Aris Setiawan.
Baca juga: 3 Eks Kades di Kediri Divonis 5-7 Tahun Penjara, Terbukti Suap Pengisian Perangkat Desa 2023
Lanjutnya, pemantauan kesehatan ini untuk memastikan kondisi kesehatan calon jemaah haji tidak ada yang menurun sampai nanti diberangkatkan.
Puskesmas yang mengampu lokasi para calon jemaah haji juga berkoordinasi dengan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) untuk memantau kondisi kesehatan, terutama kelompok Risti.
Salah satu hasilnya, ditemukan satu calon jemaah haji yang mengalami serangan stroke dan lekas bisa ditangani.
“Kami bantu proses rehabilitasi pascastroke. Kemampuan kemandiriannya bagus dan dinyatakan istitaah,” tambahnya.
Dalam kasus stroke yang ditemukan, kriteria istitaah juga memperhatikan sejumlah indikator, seperti bisa melangkah 10-15 langkah, bisa ke kamar mandi sendiri, dan bisa makan sendiri.
Calon jemaah haji bisa menggunakan kursi roda jika memang diperlukan.
Jika penyelenggaraan haji tahun sebelumnya pemeriksaan kesehatan dilakukan 2 kali, tahun ini pemeriksaan kesehatan tahun dilakukan hanya sekali.
“Pemeriksaan kesehatan 1 kali, kemudian terus diawasi sampai nanti finalnya hari H, saat penerimaan ke petugas di embarkasi,” papar Aris.
Calon jemaah haji yang masuk Risti mempunyai penyakit penyerta, seperti hipertensi, diabetes, dan asma.
Mereka terus dipantau dan nantinya akan selalu didampingi TKHK selama di tanah suci.
Aris juga menekankan perbedaan cuaca, terutama kelembaban udara di tanah suci yang lebih kering dibanding Indonesia.
Calon Jemaah Haji
CJH Tulungagung
Dinkes Kabupaten Tulungagung
Kabupaten Tulungagung
tribunmataraman.com
| Daftar Tunggu Haji di Kota Blitar Sampai 27 Tahun, Ada 5.600 Pendaftar Antre |
|
|---|
| Persiapan Sudah 95 Persen, CJH Trenggalek Berangkat 18 Mei 2026 Mendatang |
|
|---|
| 8 Koper Calon Jemaah Haji di Kabupaten Kediri Belum Diambil, Kemenag : Distribusi Hampir Rampung |
|
|---|
| Dapat Kursi Roda dari Bupati Mas Dhito, CJH Tertua Umur 105 asal Kediri Semringah |
|
|---|
| Gantikan Posisi Ayah, M Hasby Huda Menjadi CJH Termuda di Kabupaten Blitar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Kabid-Pencegahan-dan-Penanggulangan-Penyakit-Dinkes-Kabupaten-Tulungagung-dr-Aris-Setiawan.jpg)