Kamis, 7 Mei 2026

Haji 2026

Seluruh CJH Tulungagung Dinyatakan Mampu, Satu Orang Sempat Kena Stroke

Seluruh Calon Jamaah Haji Tulungagung Dinyatakan Istitaah atau Mampu, Satu Orang Sempat Kena Stroke

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/David Yohanes
DINYATAKAN ISTITAAH - Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dr Aris Setiawan, mengatakan sebanyak 1.155 calon jamaah haji dari Kabupaten Tulungagung dinyatakan istitaah. Dinkes mengelompokkan 32 persen calon jamaah haji dalam risiko tinggi (Risti). 

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Sejumlah 1.155 calon jemaah haji dari Kabupaten Tulungagung telah dinyatakan istitaah (mampu) berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan.

Namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mengelompokkan, 32 persen dari calon jemaah haji masuk dalam risiko tinggi (Risti).

Sementara 44 persen jemaah yang akan berangkat ke tanah suci merupakan kelompok lanjut usia (lansia).

“Kami terus memantau kesehatan calon jamaah haji sampai keberangkatan. Semua masih dalam kondisi istitaah,” jelas Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, dr Aris Setiawan.

Baca juga: 3 Eks Kades di Kediri Divonis 5-7 Tahun Penjara, Terbukti Suap Pengisian Perangkat Desa 2023

Lanjutnya, pemantauan kesehatan ini untuk memastikan kondisi kesehatan calon jemaah haji tidak ada yang menurun sampai nanti diberangkatkan.

Puskesmas yang mengampu lokasi para calon jemaah haji juga berkoordinasi dengan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) untuk memantau kondisi kesehatan, terutama kelompok Risti.

Salah satu hasilnya, ditemukan satu calon jemaah haji yang mengalami serangan stroke dan lekas bisa ditangani.

“Kami bantu proses rehabilitasi pascastroke. Kemampuan kemandiriannya bagus dan dinyatakan istitaah,” tambahnya.

Dalam kasus stroke yang ditemukan, kriteria istitaah juga memperhatikan sejumlah indikator, seperti bisa melangkah 10-15 langkah, bisa ke kamar mandi sendiri, dan bisa makan sendiri.

Calon jemaah haji bisa menggunakan kursi roda jika memang diperlukan.

Jika penyelenggaraan haji tahun sebelumnya pemeriksaan kesehatan dilakukan 2 kali, tahun ini pemeriksaan kesehatan tahun dilakukan hanya sekali.

“Pemeriksaan kesehatan 1 kali, kemudian terus diawasi sampai nanti finalnya hari H, saat penerimaan ke petugas di embarkasi,” papar Aris.

Calon jemaah haji yang masuk Risti mempunyai penyakit penyerta, seperti hipertensi, diabetes, dan asma.

Mereka terus dipantau dan nantinya akan selalu didampingi TKHK selama di tanah suci.

Aris juga menekankan perbedaan cuaca, terutama kelembaban udara di tanah suci yang lebih kering dibanding Indonesia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved