Senin, 20 April 2026

Makan Bergizi Gratis Tulungagung

Bupati Tulungagung Meminta SPPG Bersikap Terbuka, Evaluasi Kasus Keracunan

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowomeminta pihak SPPG bersikap terbuka dengan semua pemangku kepentingan makan bergizi gratis

Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/David Yohanes
MENGANTARKAN MBG - Petugas bersiap mengantarkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo meminta SPPG bersikap terbuka dan menjalin komunikasi dengan para pemangku kepentingan di pemerintah daerah. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I TULUNGAGUNG - Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo meminta pihak Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) bersikap terbuka dengan semua pemangku kepentingan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini disampaikan Bupati, sebagai salah satu bahan evaluasi setelah terjadi kasus keracunan massal di SMPN 1 Boyolangu.

Bupati menyebut, ada SPPG yang melarang camat saat melihat proses produksi.

“Camat mau lihat masa tidak boleh. SPPG saya minta selalu berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan, terutama di kecamatan,” ujar Gatut Sunu, Senin (20/10/2025).

Gatut menambahkan, seharusnya tercipta komunikasi antara SPPG dengan camat dan Komandan Koramil, serta tokoh-tokoh terkait.

Hal ini disampaikan Gatut, karena ada kesan SPPG bersikap tertutup dan tidak membuang ruang komunikasi.

Karenanya perlu ada evaluasi untuk perbaikan pelayanan MBG di Kabupaten Tulungagung.

“Ini kan masih baru, semua masih berkembang menuju perbaikan. Kami juga ada pendampingan dari Satgas (percepatan MBG),” sambung Gatut Sunu.

Baca juga: Menteri PPPA Ziarah ke Makam Marsinah Didampingi Bupati Nganjuk Kang Marhaen

Lanjutnya, komunikasi SPPG dengan para pemangku kepentingan penting agar tidak ada kesan negatif.

Komunikasi ini juga untuk mencari solusi masalah yang muncul agar segera teratasi.

Dan yang paling penting, kasus keracunan massal tidak lagi terjadi di Kabupaten Tulungagung.

“Hal-hal yang positif kan lebih banyak. Dengan komunikasi, hal-hal positif ini yang akan keluar,” tegasnya.

Lebih jauh, Gatut Sunu mengingatkan, keracunan yang terjadi di SMPN 1 Boyolangu adalah musibah.

Kejadian tersebut bukan sesuatu yang disengaja oleh pihak SPPG.

Apalagi jika dipersentase, jumlah kejadian keracunan dibanding seluruh penerima MBG masih sangat kecil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved