Selasa, 2 Juni 2026

Makan Bergizi Gratis Tulungagung

Dinkes Tulungagung Terima Dua Keluhan Terkait Menu MBG di Bulan Ramadan, Termasuk Buah Busuk

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Bulan Ramadan banyak dikeluhkan orang tua siswa di Kabupaten Tulungagung

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
Istimewa
MENU MBG - Salah satu menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipertanyakan orang tua di Desa Sukoharjo, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur terdiri dari roti, jeruk, keripik tempe tepung, dan kacang polong goreng.  

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Bulan Ramadan banyak dikeluhkan orang tua siswa di Kabupaten Tulungagung.

Media sosial dipenuhi unggahan aneka menu yang dianggap kurang layak.

Menu yang diwujudkan dalam makanan kering, susu, dan buah ini dipertanyakan kandungan gizinya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Tulungagung, Mamik Hidayah, pihaknya selalu merespons setiap keluhan masyarakat yang disampaikan.

Dinas Kesehatan yang menjadi bagian Satuan Tugas Percepatan MBG, meneruskan keluhan masyarakat ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait.

Namun Dinkes hanya sebatas memberi rekomendasi, tidak bisa mengambil tindakan.

“Misalnya ada menu yang terlalu asin, atau terlalu banyak tepung, kami sampaikan agar diganti,” ujar Mamik, Rabu (25/2/2026).

Selama Ramadan ini, ada 2 keluhan yang masuk terkait menu kering yang diberikan SPPG, yaitu temuan buah busuk dan kacang koro yang asin.

Mamik mengatakan, kacang koro goreng itu disarankan diganti dengan edamame (kedelai) yang direbus.

Baca juga: Tidak Dapat THR Idul Fitri 2026, Disperinaker Trenggalek Buka Posko Aduan

Demikian juga keripik tempe, disarankan tempe asli yang tidak  banyak campuran tepungnya.

“Keripik tempe dengan banyak campuran tepung itu memang awet, tapi nilai gizinya kurang,” jelasnya.

Jika keluhan serupa terulang, maka Satgas Percepatan MBG akan mendatangi SPPG tersebut.

Terkait temuan roti polosan tanpa label Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Mamik mengaku belum ada aduan yang masuk.

Meski demikian, Mamik menegaskan pemberian bahan makanan jadi untuk MBG seperti roti, wajib ada PIRT.

“Wajib PIRT, cek kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa. Jika ada aduan soal PIRT pasti akan kami tindaklanjuti,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved